Breaking News:

Berita Pamekasan

Selama 4 Hari, ASN Sekretariat Daerah Pamekasan Madura Berlakukan Kerja dari Rumah, Ini Alasannya

ASN Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sekretaris Daerah Pamekasan, Totok Hartono. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - ASN ( Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pamekasan, Madura melakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Pemberlakuan WFH ASN itu dilakukan selama empat hari diberlakukan mengingat meningkatnya kasus positif Covid-19 di Pamekasan

Sekda Pamekasan, Totok Hartono mengatakan, sejak 4 Januari hingga 8 Januari 2020, ASN yang bekerja di lingkungan Sekretariat Daerah Pamekasan diberlakukan kerja dari rumah.

Baca juga: Tempat Hiburan Malam di Ponorogo Dibubarkan, Pengelola Sempat Kelabuhi Petugas dengan Alasan ini

Baca juga: Rumah Penerima PKH di Pegantenan Pamekasan Ditempeli Stiker, Antisipasi Bantuan Tak Tepat Sasaran

Baca juga: Penerima Program Sertifikat Tanah Gratis Diminta Tak Jaminkan Sertifikat untuk Kredit Konsumtif

Alasan pihaknya memberlakukan sistem ini untuk mengurangi risiko terjadinya penularan dan penyebaran Covid-19 terhadap ASN.

"Karena kasus positif Covid-19 di Pamekasan semakin meningkat, maka kami memberlakukan sistem kerja WFH," kata Totok Hartono saat dikonfirmasi TribunMadura.com, Rabu (6/1/2021).

Sekda yang akrab disapa Totok ini menginginkan lingkungan tempat kerja Sekretariat Daerah Pamekasan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Mengacu pada keinginan itu, pihaknya langsung menerapkan sistem kerja ASN di lingkungan Sekretariat Daerah Pamekasan dari rumah untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19.

"ASN yang bekerja di Lingkungan Sekretariat Daerah Pamekasan diwajibkan kerja dari rumah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Sistem Kerja Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru," jelasnya.

Lebih lanjut Totok meminta masyarakat harap memahami ketentuan ini.

Kata dia, segala pelayanan yang berhubungan dengan pemerintahan dan masyarakat masih tetap berjalan meski sistem kerja diberlakukan melalui sistem WFH.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved