Berita Bondowoso

Ribuan Koin Kuno China Seberat 7 Kg dari Abad 8-12 Masehi Ditemukan Petani Bondowoso, Diteliti BPCB

Sampel koin kuno bertuliskan huruf China dikirimkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso.

TRIBUNMADURA.COM/DANENDRA KUSUMA
Koin kuno yang ditemukan Hanan (40) Warga Dusun Karang Tengah, Desa Sumbersalam, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. 

TRIBUNMADURA.COM - Sampel koin kuno bertuliskan huruf China telah dikirimkan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso beberapa pekan lalu untuk diteliti.

Sampel koin kuno yang diteliti berjumlah 10 keping dengan bentuk dan tulisan China yang berbeda.

Kasi Sejarah Dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso, Hery Kusdaryanto mengatakan proses penelitian sudah dirampungkan.

Untuk sementara, Tim BPCB memfokuskan penelitian usia koin kuno itu.

Baca juga: Bayi Perempuan Tanpa Lubang Anus di Kabupaten Sampang Madura Meninggal Dunia Seusai Jalani Operasi

Baca juga: Haru! Gisel Minta Maaf, Akui Menyesal Rekam Video Syur Saat Masih Sah Jadi Istri Gading Marten

Baca juga: KATALOG Promo Indomaret Kamis 7 Januari 2021: Susu Bayi, Snack, Kopi, Perlengkapan Mandi Turun Harga

Baca juga: Promo Alfamart Kamis 7 Januari 2021, Promo Beli 1 Gratis 1, Kebutuhan Dapur dan Diskon Beras Premium

"Berdasar hasil penelitian, koin kuno tersebut berasal dari abad 8-12 Masehi," kata Hery, Rabu (6/1/2020).

Usai meneliti usia koin kuno, lanjut Hery, pihaknya berkonsultasi dengan Tim BPCB terkait kegunaannya.

Rupanya, seiring berjalannya waktu kepingan uang kuno itu beralih fungsi.

"Koin kuno tersebut tidak digunakan sebagai alat pembayaran, melainkan pelengkap upacara. Oleh sebab itu, uang kuno yang ditemukan punya beragam jenis," sebutnya.

Ia menjelaskan, koin kuno digunakan untuk sesaji dalam upacara pada masa Megalitikum hingga berlanjut era Majapahit.

Bahkan, berlanjut hingga kini, masyarakat Bali masih melaksanakan tradisi itu.

"Di samping pelengkap upacara, dahulu uang kuno juga dipakai sebagai jimat. Jimat itu diletakkan di tiang atap atau bawah soko guru kala membangun rumah," terangnya.

Ia mengungkapkan, pada masa lalu, agar bisa mendapatkan koin kuno itu, masyarakat menggunakan cara barter.

Proses barter tidak ditentukan dari berapa nilai koin kuno. Sebab, koin kuno itu digunakan untuk sesaji upacara.

"Satu koin Gobok (mata uang Majapahit) dibarter dengan 5 koin China tanpa peduli berasal peninggalan Yuan atau Song," ujarnya.

Baca juga: Harga Cabai Tembus Rp 70.000 Per Kilogram, Ini Kata Pedagang Cabai di Pasar Anom Baru Sumenep

Baca juga: Hore! Bansos Rp 300 Ribu Cair, Login dtks.kemensos.go.id dan Simak Cara Cek Penerima Bansos di Sini!

Baca juga: Segera Lengkapi Dokumen Ini agar BLT UMKM Rp 2,4 Juta Bisa Dicairkan Sebelum Bulan Januari 2021

Baca juga: Gisel Akui Tindakannya di Masa Lalu Bukan Contoh Terpuji: Saya Sadari, Maaf Mengecewakan Banyak Hati

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved