Breaking News:

Madura United

Fenomena Pemain Liga 1 Turun Gunung Ikut Tarkam, Pelatih Madura United: Gak Bisa Salahkan 100 Persen

Sebagian pemain kontestan Liga 1 dan 2 yang turun gunung ikut turnamen antar kampung atau fun football.

Instagram/maduraunited.fc
Rahmad Darmawan dan Rasiman saat memimpin latihan Madura United 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan mengaku memahami sebagian pemain kontestan Liga 1 dan 2 yang turun gunung ikut turnamen antar kampung tarkam atau fun football.

Rahmad Darmawan menilai, langkah itu diambil pemain akibat tidak kunjung adanya kejelasan lanjutan kompetisi.

Padahal, dengan bermain tarkam, kata Rahmad Darmawan, pemain akan lebih rentan cedera.

"Buat saya sekarang gak bisa menyalahkan pemain 100 persen," kata Rahmad Darmawan pada Surya ( grup TribunMadura.com ), Jumat (8/1/2021).

"Karena jujur, kadang-kadang kondisi saat ini memang mengharuskan begitu," sambung dia.

Baca juga: Arema FC Tak Ingin Ikuti Langkah Madura United Bubarkan Tim Karena Jadwal Kompetisi Belum Jelas

Baca juga: Rahmad Darmawan Pertahankan Jabatan Pelatih Madura United, Tunggu Regulasi soal Kerangka Timnya

Meski masih terikat kontrak, sejak November lalu, PSSI membolehkan klub menggaji pemainnya maksimal 25 persen dari kontrak awal.

Bahkan, saat ini sudah ada dua klub yang secara terbuka membubarkan diri akibat kesulitan finansial, Madura United dan Persipura Jayapura.

"Kondisi ini menyulitkan pemain, akhirnya pemain berpikiran, udah deh mau apapun yang penting saya bisa melanjutkan, akhirnya bermain tarkam," tutur pelatih asal Lampung itu.

Faktor kedua, memilih tetap beraktivitas di sepak bola dikatakan RD untuk menyalurkan hobi.

"Pession mereka itu, buat saya penting untuk imunitas mereka," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Khairul Amin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved