Breaking News:

Madura United

Fenomena Pemain Liga 1 Turun Gunung Ikut Tarkam, Pelatih Madura United: Gak Bisa Salahkan 100 Persen

Sebagian pemain kontestan Liga 1 dan 2 yang turun gunung ikut turnamen antar kampung atau fun football.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Instagram/maduraunited.fc
Rahmad Darmawan dan Rasiman saat memimpin latihan Madura United 

"Di satu sisi ada risiko ketularan (Covid-19), tapi satu sisi imunitas untuk tidak ketularan juga tinggi," ucapnya.

"Karena terbangun mereka senang dan gembira dengan main bola," tambah pelatih 53 tahun tersebut.

Apalagi, di Madura United sendiri, setelah tim dibubarkan, mantan pelatih timnas U-23 itu akui tidak lagi bisa mengontrol pemainnya.

"Mereka sudah selesai kontraknya dengan kami. Kalau yang kemarin-kemarin masih komunikasi," paparnya.

Ia berharap situasi serba tidak pasti ini bisa segera berakhir.

Pasalnya, semakin lama pemain tidak beraktivitas dengan tim, akan semakin memperburuk kualitas pemain.

Bukan tidak mungkin, situasi ini dikatakan RD bisa berdampak pada penurunan prestasi sepak bola nasional.

"Saya lihat banget ketika pemain saya kumpul latihan terakhir itu, ketika mereka dari daerah masing-masing, terus ngumpul selama satu bulan itu negatif (menurun) semua," jelas RD.

"Ini fakta yang terjadi, kita kan gak kepengen terusan terjadi kayak gini," lanjutnya.

"Lebih resah lagi, pemain harus bermain di sana-sini, makin sulit," pungkasnya. (amn).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved