Breaking News:

Wabah Virus Corona

Penerima Vaksin Covid-19 Diimbau Lapor ke Tenaga Kesehatan Jika Alami Efek Samping setelah Vaksinasi

Masyarakat diimbau melaporkan kepada pihak tenaga kesehatan apabila merasakan efek setelah vaksinasi Covid-19.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Layar Tangkap Zoom
Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito di Jakarta dalam konpres via Zoom, Jumat (8/1/2020) 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny Kusumastuti Lukito mengimbau kepada masyarakat penerima vaksin Covid-19 untuk proaktif melaporkan adanya gejala efek samping yang diduga muncul setelah vaksinasi.

Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, manakala mendapati efek samping yang cenderung merugikan secara fisik atau psikis, masyarakat bisa langsung melaporkan kepada pihak tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan awal subjek menerima vaksin Covid-19.

"Masyarakat tentunya dapat melaporkan pada fasilitas pertama yang bersangkutan mendapatkan injection reaction," katanya dalam konpres via Zoom, Jumat (8/1/2020).

Baca juga: MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal, Tunggu BPOM Beri Izin Edar

Baca juga: Muncul Efek Vaksin Covid-19 Sinovac setelah Disuntikan, Menkes Minta Perhatian ini ke Kepala Daerah

Baca juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Halal atau Tidak? Begini Penjelasan Ahli Biologi Molekuler, Jangan Khawatir!

Setelah itu, ungkap Lukito, pihak fasilitas pelayanan kesehatan tersebut bakal meneruskan laporan tersebut ke Komite Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di tingkat daerah, sebelum akhirnya diteruskan ke KIPI tingkat nasional.

"Karena BPOM adalah pusat farma coolant vigilance nasional. Artinya pengawasan obat dan vaksin didistribusikan," ujarnya.

Laporan keluhan yang diduga akibat vaksin Covid-19, ungkap Lukito, bakal dipelajari termasuk melakukan pengujian sekaligus menganalisis dugaan dampak vaksin.

Dari rangkaian tahapan itu, bakal diperoleh pembuktian, mengenai efek samping yang dirasa merugikan oleh subjek vaksin, murni disebabkan faktor lain, atau memang akibat penggunaan produk vaksin tersebut.

"Kalau ada kaitannya dgn produk tentu harus dilakukan sampling dan pengujian, nanti kami akan ambil langkah-langkah yang sistematis lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved