Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Kesaksian Warga di Detik-detik Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Dengar Dentuman Keras, Kaca Rumah Bergetar

Suara menggelegar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menghujam laut, menggetarkan rumah penduduk di kawasan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

(FLIGHTRADAR24/DIOLAH - KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI)
Jejak penerbangan pesawat SJ 182 pada 9 Januari 2021. 

TRIBUNMADURA.COM - Tim Gabungan SAR evakuasi korban dan reruntuhan pesawat Maskapai Sriwijaya Air yang jatuh di sekitar Pulau Lancang Kepulauan Seribu hingga Senin 11 Januari 2021 masih terus berlangsung. 

Begitu juga doa seluruh keluarga korban, kerabat dan juga masyarakat Indonesia hingga saat ini tak putus dilantunkan agar diberikan yang terbaik kepada seluruh pihak terkait musibah penerbangan di awal tahun ini.

Sejumlah serpihan, barang bukti dan saksi mata terus dikumpulkam untuk menyatukan kepingan utuh terjadinya musibah ini agar bisa dicari tiitk terang fakta yang ada.

Baca juga: BREAKING NEWS - Satu Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ182 Teridentifikasi Atas Nama Oki Bisma

Baca juga: Cerita Mengharukan, Kapten Afwan Pergi ke Bandara dengan Baju Tak Disetrika dan Minta Maaf ke Istri

Baca juga: Pesan Terakhir Mia Zet Wadu, Pramugari Korban Jatuhnya Sriwijaya Air, Sempat Minta Ini ke Orang Tua

Baca juga: Nikita Mirzani Lebih Pilih Kabur dari Indonesia Ketimbang Minta Maaf Jika Terseret Kasus Video Syur

Pun termasuk sejumlah saksi hidup yang berada di sekitar lokasi kejadian yang turut merasakannya.

Seperti yang tuturkan oleh beberapa penduduk Pulau Lancang, lokasi terdekat jatuhnya pesawat. 

Suara menggelegar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 menghujam laut, menggetarkan rumah penduduk di kawasan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Seperti yang dikatakan oeh Junaenah, satu dari warga Pulau Lancang yang saat itu tengah dilanda hujan lebat dan angin kencang.

Ia beserta sejumlah penduduk lainnya mengaku kaget karena mendengar suara gelegar.

Menurut Junaenah, kala itu, situasi tidak ada yang berbeda, ada masyarakat yang melaut, mencari rajungan (sejenis kepiting), dengan kebanyakan masyarakat berada di dalam rumahnya berlindung dari hujan.

"Pas dengar saya kaget: Ya Allah, suara apa itu, karena besar sekali seperti bom. Tapi saya dan anak-anak tidak keluar karena saya kira hanya petir di tengah hujan," kata Junaenah yang jarak rumahnya dari bibir pantai hanya sekitar 200 meter tersebut.

Akhirnya kabar sebenarnya datang dan tersiar sekitar pukul 16.00 WIB di pulau yang masyarakatnya sebagian besar adalah keluarga nelayan itu, setelah adanya pengumuman Kementerian Perhubungan bahwa satu pesawat maskapai Sriwijaya Air hilang kontak di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

Kabar itu juga diperkuat oleh warga lainnya kembali dari melaut.

Dari kabar yang dibawa nelayan yang melaut, warga Pulau Lancang mengetahui ledakan tersebut adalah berasal dari sebuah pesawat yang mengalami kejadian nahas jatuh di antara tempat mereka dengan Pulau Laki yang tak berpenghuni.

"Nelayan yang baru pulang mengabari bahwa di sana (perairan Pulau Lancang-Pulau Laki) ada pesawat yang jatuh. Saya langsung ingat oh mungkin itu yang siang tadi (saat hujan) saya kira petir sangat besar," ucap Marsu, Ketua RT 001/RW 001 Pulau Lancang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved