Breaking News:

Berita Malang

PPKM di Kota Malang Tak Ada Penyekatan, Wali Kota Sutiaji: Hanya Ada Pembatasan di Ruang Publik

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang berbeda dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang berbeda dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sutiaji menyebut, yang jadi pusat perhatian ialah pembatasan yang dilakukan di ruang publik, seperti kafe, restoran, perkantoran dan pusat perbelanjaan selama PPKM di Kota Malang.

"Memang di kami ( Kota Malang) belum ada penyekatan. Kita hanya melakukan pembatasan," kata Sutiaji, Senin (11/1).

"Penyekatan hanya ada di Surabaya, seperti di Suramadu," ucap dia.

Baca juga: Daftar Ketentuan PPKM di Surabaya Selama 2 Pekan, Razia Kerumunan Digencarkan hingga Denda Pelanggar

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: KPM Sampang Dikeluarkan Hingga Bupati Bangkalan Divaksin Pertama Kali

Baca juga: Mahasiswa Asal Jember Manipulasi Hasil Rapid Test Tanpa Pemeriksaan Medis, 20 Orang Jadi Korban

Sebelumnya, PPKM di Kota Malang telah resmi diterapkan per hari ini sampai 25 Januari 2020.

Pada hari pertama pelaksanaan PPKM ini, sejumlah jalanan di Kota Malang tetap ramai seperti biasanya.

Beberapa ruas jalan yang berada di perbatasan Kota Malang dengan Kabupaten Malang juga tidak ada penyekatan.

Leboh lanjut, ia menjelaskan, pembatasan yang dimaksud ialah sebesar 50 persen dari kapasitas restoran maupun kafe yang ada.

Sutiaji pun nantinya juga akan melakukan pemantauan ke tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

"Nanti kami akan keliling. Memantau kondisi saat PPKM ini," terangnya.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Pastikan Aturan PPKM Berbeda dari PSBB, Ini Perbedaan dan Sektor Kelonggarannya

Baca juga: Masih Jadi Pacar, Cowok Surabaya Aniaya Kekasih di Rumah, Korban Dipukul hingga Disundut Rokok

Orang nomor satu di Kota Malang itu juga meminta kesadaran masyarakat agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Yakni dengan menerapkan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi rutinitas.

"Ketika membatasi rutinitas kalau tidak perlu ya jangan keluar. Maka yang terpenting sesungguhnya bagaimana menguatkan kedisplinan.

"Sekarang bukan lagi 3M, tapi sudah 5M, itu yang harus terus dikuatkan," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved