Breaking News:

Virus Corona di Malang

Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Malang Lebih Tinggi dari Nasional, Kondisi Kritis Jadi Penyebab

Rata-rata prosentase kematian pasien Covid-19 di Kota Malang mencapai 6,9 persen. Sedangkan rata-rata kematian nasional sebesar 2,9 persen. 

TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui wartawan TribunMadura.com, Selasa (12/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Jumlah kasus angka kematian Covid-19 di Kota Malang dari hari ke hari terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan data harian yang dilaporkan oleh Pemerintah Kota Malang, sejak 9-11 Januari 2021 telah ada 22 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Wali Kota Malang, Sutiaji membenarkan, bahwa kasus kematian Covid-19 di Kota Malang cukup tinggi.

Rata-rata prosentase kematian pasien Covid-19 di Kota Malang mencapai 6,9 persen. Sedangkan rata-rata kematian nasional sebesar 2,9 persen.

Baca juga: Black Box Sriwijaya Air SJ 182 Ditemukan, Data Penerbangan akan Ungkap Penyebab Jatuhnya Pesawat

Baca juga: Download MP3 Kumpulan Lagu Minang Terbaru 2021, Ada Ovhi Firsty, Kintani, Thomas Arya hingga Ipank

Baca juga: Perjalanan Karier Mia Trestiyani Wadu Hingga Jadi Pramugari Sriwijaya Air, Berbekal Surat Lulus SMA

Baca juga: UPDATE INFO TERBARU! Cara Mendaftar Kartu Prakerja Gelombang 12 Tahun 2021 di www.prakerja.goid

"Tingkat kematian kita memang cukup tinggi. Makannya kemarin, kami mengumpulkan lurah, camat dan Forkompimda untuk membahas hal ini," ucapnya.

Sutiaji menjelaskan, angka kematian yang tinggi tersebut disebabkan oleh kondisi pasien Covid-19 saat dibawa ke rumah sakit cukup kritis.

Angka saturasinya berada di bawah 90 atau 80. Sehingga pasien tersebut perlu membutuhkan ventilator.

"Inilah yang menjadi PR kita bersama. Kenapa hal itu sampai bisa terjadi," ucapnya.

Sutiaji mengatakan, sebenarnya pemantauan lebih mudah  dilakukan terhadap kelompok rentan yang sudah terdaftar ke dalam Prolanis.

Dikarenakan, kelompok Prolanis telah memiliki data lengkap, yang pemantauannya lebih mudah dilakukan. 

"Sebetulnya, mereka yang aktif di prolanis, justru tingkat kematian rendah. Berarti data dari yang dulu kita pakai, bahwa orang yang komorbid itu kalau dia aktif dalam pantauan, justru tingkat kematiannya rendah," ucapnya.

Oleh karena itu, melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM selama 14 hari ke depan nanti, Sutiaji berharap nantinya dapat menekan angka kematian Covid-19 di Kota Malang.

Dikarenakan, penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ialah membatasi kegiatan masyarakat dan membatasi jumlah kapasitas yang berada di hotel, restoran dan tempat ibadah.

"Jadi nanti perlu ada singkronisasi dengan data yang ada di Puskesmas. Harapan kami dengan penerapan PPKM ini juga dapat menekan angka kematian dan pencegahan penyebaran Covid-19," tandasnya.

Baca juga: Pencarian Korban Sriwijaya Air Hari Keempat, Tim Gabungan Temukan 114 Kantong Berisi Bagian Tubuh

Baca juga: Permintaan Terakhir Mia Pramugari Sriwijaya Air ke Orang Tua, Minta Rumah Dibersihkan & Dipersiapkan

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Rabu 13 Januari 2021, Capricorn Romantis, Pisces Kehidupan Asmara Terasa Hambar

Baca juga: Ramalan Zodiak Lengkap Rabu 13 Januari 2021, Taurus Mengecap Manisnya Kesuksesan, Leo Melawan Emosi

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved