Breaking News:

Berita Sumenep

Jika Tak Penuhi Panggilan, Polisi Jemput Paksa Oknum PNS Pemkab Sumenep Diduga Aniaya Warga Sipil

Oknum PNS di lingkungan Pemkab Sumenep dapat pemanggilan dari Polres Sumenep atas dugaan kasus penganiayaan terhadap warga sipil.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhani Rahadian Basuki saat berikan penjelasan waktu lalu 

Isi dalam tanda bukti LP tersebut, tentang perkara tindak pidana penganiayaan sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 351 KUHP Pidana.

Baca juga: Anak Pertama Ungkap Kepribadian Syekh Ali Jaber, Al Hasan: Suka Bercanda dan Tidak Mau Disebut Bapak

Baca juga: Anggota Koramil Pademawu Blusukan ke Pasar Mongging, Berikan Sosialiasi Prokes & Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Download MP3 Kumpulan Lagu Ratna Antika Dangdut Koplo 2019, Ra Kuwat Mbok hingga Rumangsamu Penak

Baca juga: Jumlah Pasien Melonjak! Trenggalek Masuk Zona Merah Covid-19, Pemkab Siapkan Langkah-langkah Ini

"Saya berharap kasus ini diusut sampai tuntas, dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai Undang - Undangan yang berlaku," kata korban, Alwi Bil Faqih saat dikonfirmasi pada hari Jumat (15/1/2021).

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh TribunMadura.com, Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Sumenep, Subiyakto mengaku kejadian tersebut. Namun, dirinya mengelak jika tidak melakukan pembacokan terhadap korban.

"Tidak melakukan pembacokan, tapi saat naik mubil ada pengendara main HP nyerempet mobil (mobil yang dinaikinya)," kata Subiyakto.

Begitu tahu menyerempet mobil yang dinaikinya, Subiyakto mengaku sepontan keluar dari mobil untuk menghajar dengan tangannya.

"Misal dilaporkan dengan pembacokan tidak apa - apa, silahkan dibuktikan saja. Saya banyak saksinya, karena saya tidak sendirian di mobil," ngakunya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved