Breaking News:

Berita Bojonegoro

Kesulitan Bayar Utang Bikin Gelap Mata, Wali Murid di Bojonegoro Gasak 12 Laptop Baru Milik Sekolah

Akibat tak bisa bayar utang, warga Bojonegoro ini gelap mata hingga akhirnya melakukan pencurian di sebuah Sekolah Dasar (SD).

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD SUDARSONO
12 laptop dikembalikan ke sekolah, usai dicuri wali murid yang gelap mata karena terjerat utang 

"Kejadian diketahui Sabtu 9 Januari pukul 06.30 WIB, pelaku tertangkap setelah dilakukan penyelidikan pihak polsek Kanor diback up dari Satreskrim.

Ada dua orang diamankan, satu pelaku pencurian dan satunya lagi yang dimintai tolong menyimpan laptop hasil curian," ujar Pandia di Mapolres, Senin (18/1/2021).

Sementara itu Kasatreskrim Polres Bojonegoro, AKP Iwan Hari Poerwanto menambahkan, pencurian dilakukan oleh satu pelaku dengan motif karena punya hutang.

RS ini belum punya uang untuk membayar dan ditagih terus, sehingga nekat mencuri belasan laptop milik sekolah.

"Motifnya RS terlilit hutang dan ditagih terus belum bisa bayar, jadi dia nekat mencuri laptop," ungkap Mantan Kasat Reskrim Polres Tuban ini.

Pelaku Ririn Sunarko mengakui semua perbuatannya, seperti terlilit hutang Rp 10 juta.

Laptop hasil curian itu dititipkan ke temannya bernama Juwarno asal Desa/Kecamatan Sumberjo.

Rencananya, uang hasil jual laptop akan digunakan untuk bayar utang.

"Saya mencuri laptop karena ditagih hutang belum bisa bayar, mau saya jual dulu rencana laptopnya," tutur tersangka RS kepada polisi.

Setelah barang bukti berhasil diamankan, kini 12 laptop yang masih baru merupakan bantuan dari Kementrian pendidikan itu telah diserahkan kembali ke pihak sekolah.

"Terimakasih kepada polisi karena tidak butuh waktu lama untuk menangkap pelakunya, kini laptop bisa digunakan untuk proses belajar mengajar para guru," tutur kepala sekolah SD Bakung, Yakub.

Saat ini kedua tersangka berinisial RS dan WJ telah mendekam di tahanan Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP ancaman pidana 7 tahun penjara.(nok)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved