Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Kabupaten Trenggalek Masuk Zona Merah, Empat Kecamatan Berisiko Tinggi Penyebaran Covid-19

Kabupaten Trenggalek kini masuk ke dalam zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur alias zona merah. 

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Elma Gloria Stevani
Istimewa/TribunMadura.com
Peta sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Trenggalek per Senin (18/1/2021). 

Penulis: Aflahul Abidin l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek kini masuk ke dalam zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Timur alias zona merah

Jika dipersempit, sebanyak empat daerah masuk ke dalam zona oranye dan zona merah.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menjelaskan, empat kecamatan dengan zona berisiko itu tersebar di Kecamatan Watulimo, Kecamatan Trenggalek Kota, Kecamatan Durenan dan Kecamatan Karangan.

Berdasarkan data hingga Senin (18/1/2021), jumlah kasus Covid-19 di Kecamatan Watulimo sebanyak 115 kasus, Kecamatan Trenggalek Kota 312 kasus, Kecamatan Durenan 198 kasus dan Kecamatan Karangan 1348 kasus.

Khusus di Durenan, angka kematiannya pun tergolong paling tinggi.

Baca juga: Jenazah Mia Tresetyani Pramugari Sriwijaya Air Dipulangkan Besok ke Bali, Bakal Dikawal 2 Temannya

Baca juga: Bertambah 15 Orang, Kasus Positif Covid-19 di Sumenep Mencapai 1.520, 88 Pasien Dilaporkan Meninggal

Baca juga: Sebanyak 2.301 Tenaga Kesehatan di Surabaya Telah Divaksinasi Covid-19

Baca juga: Kiwil Hobi Nikah dan Poligami, Hidupnya Kini Berantakan Diceraikan 2 Istri Sekaligus: Nggak Peduli

Menurut Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu, tingkat angka kematian di Kecamatan Durenan mencapai sekitar 25 persen.

“Artinya, dari empat pasien terpapar, ada satu yang meninggal dunia,” kata Mas Ipin, Selasa (19/1/2021).

Untuk itu, Mas Ipin meminta satuan tugas di masing-masing kecamatan dengan risiko sedang dan tinggi untuk meningkatkan pelacakan kasus Covid-19 secara insentif.

Harapannya, pelacakan yang cepat akan meminimalisir risiko kematian pasien.

Apalagi, tingkat angka kematian akibat paparan Covid-19 di Trenggalek mencapai 6 persen. Angka itu jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata nasional.

“Jadi, kami perintahkan tim tracing mempergencar swab test. Termasuk nanti rapid test antigen serenak bagi mereka yang berisiko terpapar,” kata Mas Ipin.
Ia berharap, pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berjalan lancar dan sukses agar Kabupaten

Trenggalek bisa keluar dari zona merah.

Baca juga: Realisasi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Sampang Dimulai Februari 2021

Baca juga: Ramalan Zodiak Terbaru Rabu 20 Januari 2021, Scorpio Ingin Hibernasi, Taurus Harus Menahan Amarah

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Lengkap Rabu 20 Januari 2021, Cancer Bersikap Kasar, Gemini Sakit karena Cinta

Baca juga: Sebelum Longsor, Halaman Rumah Korban di Perumahaan Griya Sulfat Inside Malang Alami Keretakan

Ia juga meminta agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan, serta petugas melaksanakan operasi gabungan secara masif.

“Tujuan kami agar kasus meninggal akibat paparan Covid-19 tidak semakin tinggi. Apalagi, kasus meninggal di Trenggalek 70 persen tanpa komorbit (penyakit penyerta). Jadi jangan dianggap enteng,” kata dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved