Breaking News:

Berita Malang

Kota Batu Sering Dilanda Longsor, Ada 26 Titik Longsoran Sejak Awal Januari 2021

Bencana alam tanah longsor merupakan bencana yang paling banyak terjadi di Kota Batu.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Kendaraan berat membersihkan material tanah yang longsor ke jalan di kawasan Desa Tlekung, Kota Batu, Senin (18/1/2021). 

Saat ini Kota Batu telah memiliki empat unit EWS. Sementara yang dibutuhkan sebanyak 15 unit.

Harga per unit EWS sekitar Rp 110 juta. Dengan rincian ekstensometer sekitar Rp 55 juta dan warning system-nya sekitar Rp 47 juta.

“Karena itu kami mengajukan enam alat pendeteksi longsor tahun 2021. Pengadaan dilakukan secara bertahap," kata dia.

"Enam alat tersebut nantinya akan dipasang di desa/kelurahan yang rawan terjadi longsor. Seperti permukiman yang di sekitarnya terdapat daerah lereng,” urainya.

BPBD memetakan beberapa daerah yang rawan longsor seperti di Kecamatan Bumiaji meliputi Desa Sumber Brantas, Tulungrejo, Gunungsari, Sumbergondo.

Selain itu, satu titik berada di kawasan payung, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu.

"Alat ini nantinya akan mengidentifikasi pergerakan tanah yang dideteksi oleh kabel baja ekstensometer. Sehingga ketika ada pergeseran tanah, alarm akan berbunyi," ungkapnya. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved