Breaking News:

Berita Pamekasan

Sekitar 9.000 Ribu KPM Penerima Bantuan Sembako di Kabupaten Pamekasan Dinonaktifkan, Ini Alasannya

Sekitar 9.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial beras di Kabupaten Pamekasan, Madura dinonaktifkan sebagai penerima.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah KPM penerima bansos beras di Kabupaten Pamekasan, Madura sebelum dinonaktifkan saat menerima bantuan beras. 

Penulis: Kuswanto Ferdian l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sekitar 9.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial beras di Kabupaten Pamekasan, Madura dinonaktifkan sebagai penerima.

Kordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Pamekasan, Hanafi mengatakan, berdasarkan informasi yang pihaknya terima, di tahun 2021 ini sebanyak 9000 KPM penerima bantuan sosial beras dinonaktifkan sebagai penerima.

Kata dia, alasan dinonaktifkannya 9.000 Keluarga Penerima Manfaat penerima bantuan sembako ini karena ada yang memiliki data Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.

Baca juga: Polisi Ungkap Hasil Visum Korban Dugaan Penganiayaan oleh Oknum PNS Pemkab Sumenep, Akibat Sajam

Baca juga: Bupati Pamekasan Pimpin Tahlil Bersama, Doakan Wafatnya Pengasuh Ponpes Mambaul Ulum Bata-Bata

Baca juga: PSSI Batalkan Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020, Begini Respons Manajemen Arema FC

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Ruang Isolasi di RSUD Sogaten dan Asrama Haji Kota Madiun Penuh

Selain itu pula, dalam satu keluarga ada Keluarga Penerima Manfaat yang menerima dua kali bantuan sosial beras.

"Tapi ada juga yang dinonaktifkan karena sudah graduasi sejahtera dan secara alamiah," kata Hanafi kepada TribunMadura.com, Rabu (20/1/2021).

Ia mengaku, saat ini sudah melakukan upaya pengusulan kembali melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), agar ribuan KPM penerima bantuan sosial sembako ini bisa dapat kembali.

Namun, bagi Keluarga Penerima Manfaat penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan yang sudah graduasi sejahtera, secara otomatis tidak bisa diusulkan kembali.

"Kalau misal kondisi keluarganya masih layak dapat, pasti akan kami usulkan. Tapi kalau yang sudah graduasi sejahtera, ya tidak mungkin bisa dapat bansos sembako lagi," ujarnya.

Menurut Hanafi, sebelumnya, ribuan KPM penerima bansos sembako itu merupakan Keluarga Penerima Manfaat yang mendapatkan Program Keluarga Harapan.

Namun, karena sudah dinonaktifkan dari Program Keluarga Harapan , maka secara otomatis, bantuan sembako yang diterima juga dinonaktifkan.

"Ini masih kami perbaiki datanya untuk diusulkan Kembali. Agar tidak ada penerima ganda dan data ganda," tutupnya.

Baca juga: BREAKING NEWS - Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 Musim 2020 Resmi Dihentikan

Baca juga: UPDATE CORONA di Ponorogo Hari Ini, Ada 76 Pasien Baru, Terbanyak Bergejala Ringan hingga Berat

Baca juga: UPDATE CORONA di Ponorogo Hari Ini, Ada 76 Pasien Baru, Terbanyak Bergejala Ringan hingga Berat

Baca juga: UPDATE CORONA di Blitar Rabu 20 Januari 2021, Tambah 22 Kasus Positif, 1 Pasien Covid-19 Meninggal

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved