Breaking News:

Bahaya Melakukan Rapid Test Antigen secara Mandiri, Bisa Timbulkan 3 Hal Buruk Berikut

Hal buruk dapat terjadi jika melakukan rapid test antigen secara mandiri oleh orang yang bukan ahli.

Tribunnews/Jeprima
ilustrasi - tenaga medis melakukan rapid test 

Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM - Masyarakat tidak boleh melakukan rapid test antigen secara mandiri.

Harus ada ahli yang melakukan rapid test antigen.

Epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menuturkan, akan berpotensi munculnya false positive atau false negative jika hal itu dilakukan.

Hal itu terjadi karena kesalahan mendasar dari teknik atau pemahaman pemeriksaan penunjang rapid test antigen secara mandiri.

Karena itu, membaca hasil rapid test antigen harus dilakukan oleh dokter atau tenaga ahli. 

Baca juga: Inilah Daftar Kereta Api yang Mewajibkan Calon Penumpang Menunjukan Hasil Rapid Test Antigen Negatif

Baca juga: Perbedaan Rapid Test Antigen dan Rapid Test Antibodi, Berikut Daftar Harga Masing-Masing Tesnya

Baca juga: SPOILER Stand by Me Doraemon 2, Nobita Akhirnya Menikah, Simak Jadwal Tayang Filmnya di Bioskop

"Di Australia sekalipun tidak ada pemeriksaan antigen sendiri. Karena berbahaya," Dicky kepada Kompas.com, Minggu (17/1/2021). 
"Banyak negara maju mendasarkan rapid test antigen based on lab. Tetap ada lab walaupun kecil," ujar dia.

Bahaya rapid antigen mandiri 

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), dr Sarwastuti Hendradewi, SpTHT-KL(K) mengatakan, ada beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi jika swab tidak dilakukan oleh tenaga profesional. 

Berikut risikonya:

Rapid test antigen di Stasiun Madiun, Rabu (23/12/2020).
Rapid test antigen di Stasiun Madiun, Rabu (23/12/2020). (TRIBUNMADURA.COM/RAHADIAN BAGUS)

Kesalahan hasil pemeriksaan 

Halaman
123
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved