Pilkada Serentak 2020

Pemprov Tunjuk Sekda Jadi Plh Kepala Daerah Jika Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Belum Dilakukan

Pemprov Jatim akan menunjuk sekretaris daerah (Sekda) kabupaten/kota bersangkutan sebagai Pelaksanaan Harian (Plh) kepala daerah.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Pengukuhan Penjabat Kepala Daerah di Gedung Negara Grahadi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Kamis (25/9/2020) 

"Sesuai ketentuan, pemerintah tidak boleh kosong," kata Jempin.

"Sehingga, sambil menunggu pelantikan, akan ditunjuk sebagai Plh Bupati. Regulasi mensyaratkan roda pemerintahan tetap berjalan," katanya.

Sesuai UU 10 Tahun 2016, penunjukkan Sekda sebagai Plh kepala daerah untuk mengisi posisi setelah masa kerja kepala daerah selesai.

Jabatan itu diisi oleh sekretaris daerah (sekda), kalau masa jabatan kepala daerah kurang dari satu bulan.

Sekalipun demikian, hingga saat ini Pemrov Jatim belum menerima konsultasi dari daerah terkait hal tersebut.

Para calon kepala daerah harus ditetapkan menjadi Kepala daerah terpilih terlebih dahulu sebelum resmi dilantik.

Sedangkan penetapan paslon terpilih dilakukan paling lama lima hari terhitung setelah MK memberitahukan kepada KPU adanya PHPKada telah teregistrasi, Senin (20/1/2021) lalu.

MK memberitahukan dengan adanya e-Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK).

"KPU kan belum ada penetapan (calon terpilih). Sehingga, daerah menunggu itu dulu," katanya.

Untuk diketahui, sejumlah tim paslon di Pilkada di Jawa Timur resmi memasukkan gugatan permohonan PHPKada ke MK. Tiga paslon dari tiga daerah berbeda.

Masing-masing untuk Pilkada Kota Surabaya (Machfud Arifin-Mujiaman, Banyuwangi (Yusuf Widyatmoko dan Muhammad Riza Azizy), dan Lamongan (Suhandoyo-Astiti Suwarni). (bob) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved