Berita Surabaya

Pembatasan Kegiatan Masyarakat Tahap Kedua di Surabaya, Pemkot Ingatkan Monitoring Bakal Lebih Ketat

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua akan dibuat semakin ketat dan Pemkot Surabaya intens melakukan pengawasan.

Shutterstock/Petovarga
Ilustrasi Covid-19 

Penulis: Yusron Naufal Putra l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Surabaya sudah genap berjalan 14 hari.

Selama itu telah dilakukan evaluasi terhadap PPKM sejauh mana efektif mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Terbaru, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap kedua akan dibuat semakin ketat.

Pemerintah Kota Surabaya bakal semakin intens melakukan pengawasan.

Baca juga: Hasan Ali Jaber Dijodohkan dengan Putri Yusuf Mansur? Wirda Mansur: Impian Sebagian Besar Wanita

Baca juga: Ramalan Zodiak Membaca Cinta Senin 25 Januari 2021, Libra Terlalu Vulgar, Scorpio Sedang Merindu

Baca juga: Ramalan Zodiak Senin 25 Januari 2021, Cancer Sembunyikan Emosi, Gemini Mengalami Tekanan Mental

Baca juga: Download Lagu OST Putri Duyung Saat Pertama Ku Terjaga Pita Loppies - Fantasi yang Viral di TikTok

Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan hal itu bertujuan untuk semakin meningkatkan kedisiplinan agar menghentikan laju penularan Covid-19

"Berlaku di semua sektor termasuk kecamatan," kata Eddy saat dikonfirmasi, Minggu (24/1/2021). 

Untuk diketahui, PPKM lanjutan ini akan berlaku mulai 26 Januari hingga 14 hari ke depan. 

Dari evaluasi PPKM tahap pertama memang masih ditemukan beberapa pelanggaran. Meskipun disebut tingkat kepatuhan sudah relatif tinggi, namun tetap saja masih ada yang abai. 

Seperti terkait pemakaian masker yang masih dominan untuk pelanggaran kategori perorangan. Hal itu menjadi catatan Pemkot. Selanjutnya, tak akan ada toleransi bagi mereka yang abai. 

Dari data Pemkot, pada PPKM tahap pertama tak hanya penindakan bagi perorangan, petugas juga menindak seperti restoran maupun kafe yang melanggar. 

Apalagi, di dalam PPKM itu juga terdapat ketentuan untuk mengurangi kapasitas makan di tempat. 

Selain itu, petugas juga terus melakukan pemantauan bagi RHU yang dilarang beroperasi. 

Sehingga, Eddy mengaku, pihaknya bakal terus melakukan berbagai upaya untuk semakin meningkatkan kesadaran protokol kesehatan. 

Apalagi sudah ada Perwali 67/2020 yang memuat aturan termasuk sanksi denda bagi pelanggar, baik perorangan maupun tempat usaha. Penindakan disebut tak akan pandang bulu dan semua sektor akan dipelototi. 

"Tujuan kita bukan mencari jumlah besarnya denda, tapi agar lebih taat dan tertib untuk protokol kesehatan," ujar mantan Kepala BPB Linmas Surabaya itu.

Baca juga: Download Lagu Hati Memilih Cinta OST My Lecturer My Husband yang Dinyanyikan Ilham Nahumarury

Baca juga: Urus Surat Pengantar Nikah, Ketua RT Bocorkan Waktu dan Lokasi Pernikahan Ayu Ting Ting dengan Adit

Baca juga: Alasan Deva Rachman Dijuluki Khadijahnya Syekh Ali Jaber, Ustaz Iskandar: Membantu Perjuangan Dakwah

Baca juga: Update Harga HP iPhone Terbaru Januari 2021, iPhone 12 Series, iPhone SE dan iPhone X, Spek Menarik

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved