Breaking News:

Virus Corona di Nganjuk

PPKM Masih Sepekan, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk Mengalami Penurunan

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tampaknya berhasil menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Elma Gloria Stevani
Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Penulis: Ahmad Amru Muiz l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tampaknya berhasil menurunkan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Hal ini setelah dalam sepekan terakhir terjadi trend penurunan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Nganjuk.

Wakil Bupati Nganjuk yang juga Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, adanya peningkatakan kesadaran masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk menjalankan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari berkumpul diduga dapat menurunkan angka kasus Covid-19.

Baca juga: Hasan Ali Jaber Dijodohkan dengan Putri Yusuf Mansur? Wirda Mansur: Impian Sebagian Besar Wanita

Baca juga: Diduga Hilang Kendali, Pria di Mojokerto Tewas Usai Tabrak Trotoar hingga Jatuh Tersungkur di Jalan

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Tulisan Arab, Hikmah dan Manfaat bagi yang Menjalankan

Baca juga: Ramalan Zodiak Senin 25 Januari 2021, Cancer Sembunyikan Emosi, Gemini Mengalami Tekanan Mental

"Untuk itu, kami akan terus lakukan penerapan Prokes dengan menjalankan 3M akan terus disosialisasikan dengan gencar, dan juga penerapan PPKM akan semakin diperketat," kata Marhaen Djumadi, Minggu (24/1/2021).

Dijelaskan Marhaen Djumadi, pihaknya melihat akibat kesadaran masyarakat yang rendah dalam penerapan disiplin protokol kesehatan beberapa waktu lalu telah membuat penambahan kasus Covid-19 melonjak cukup signifikan.

Bahkan, dalam sehari sempat ada peningkatan kasus Covid-19 mencapai 230 kasus.

Kabupaten Nganjuk sempat menduduki peringkat pertama penambahan kasus Covid-19 harian se Jawa Timur.

"Itu terjadi dua hari sebelum penerapan  PPKM di Kabupaten Nganjuk, dan itu sempat membuat Satgas seperti dicambuk untuk bekerja lebih ekstra maksimal lagi untuk menurunkan kasus positif corona," ucap Marhaen Djumadi.

Menurut Marhaen Djumadi, angka pertambahan kasus Covid-19 dapat ditekan jika masyarakat mempunyai kepedulian yang sama untuk menjadi pelopor dalam gerakan disiplin 3M.

Tidak hanya memberikan imbauan tapi diikuti dengan ketegasan dalam kebijakan.

"Dan kami optimis angka harian positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk masih bisa ditekan lagi menjadi satu digit apabila ada keterlibatan RT, RW, Perangkat Desa/Kelurahan, Kepala Desa/Kelurahan, Forpimcam, Forpimda, ASN, DPRD, Ormas, Media dan sebagainya," tandas Marhaen Djumadi.

Oleh karena itu, imbuh Marhaen Djumadi, dengan disiplin 3M, yakni memakai masker saat keluar rumah, mencuci tangan setiap memulai dan selesai melakukan kegiatan dengan air yang mengalir dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan, pihaknya percaya Kabupaten Nganjuk yang saat ini zona merah akan berubah menjadi zona kuning bahkan menjadi zona hijau.

Baca juga: Ramalan Zodiak Membaca Cinta Senin 25 Januari 2021, Libra Terlalu Vulgar, Scorpio Sedang Merindu

Baca juga: Download Lagu OST Putri Duyung Saat Pertama Ku Terjaga Pita Loppies - Fantasi yang Viral di TikTok

Baca juga: Download Lagu Hati Memilih Cinta OST My Lecturer My Husband yang Dinyanyikan Ilham Nahumarury

Baca juga: Update Harga HP iPhone Terbaru Januari 2021, iPhone 12 Series, iPhone SE dan iPhone X, Spek Menarik

"Namun kalau masyarakat tetap abai maka pemerintah akan lebih keras menekan masyarakat dalam peraturannya. Tapi kalau kesadaran masyarakat tinggi akan disiplin Prokes Covid-19 pemerintah akan lebih longgar terapkan aturan. Sehingga Ekonomi, Kesehatan, Pertanian, Keagamaan dan Kegiatan masyarakat akan berjalan tanpa ada hambatan," tutur Marhaen Djumadi.

Sementara itu hingga hari ini Jumlah Kasus Positif Corona di Kabupaten Nganjuk telah mencapai 2.069 kasus. Ini setelah adanya penambahan kasus positif corona hari ini, Minggu (24/1/2021) sebanyak 39 kasus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved