Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Ulama Madura Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional - Pengambilan Paksa Jenazah

TribunMadura.com merangkum sejumlah berita unggulan seputar wilayah Madura dalam Berita Madura terpopuler edisi Selasa 26 Januari 2021 hari ini.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Jenazah pasien Covid-19 dijemput paksa oleh keluarganya di RSI Garam Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (25/1/2021). 

Aksi pengambilan paksa jenazah Covid-19 terjadi pada siang tadi.

Dalam video tampak sejumlah keluarga dari jenazah tersebut panik, karena menunggu ambulans yang mau membawanya.

Pantauan TribunMadura.com, jenazah berinisial S (47) masuk ke RSI Garam Kalianget pada tanggal 13 Januari 2021 lalu dan berawal dari sakit kencing manis atau diabetes.

Dikonfirmasi, Humas RSI Garam Kalianget, Yanti membenarkan adanya pengambilan paksa jenazah Covid-19.

Namun, pihak RSI Garam Kalianget belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penjemputan paksa pasien tersebut.

Kapolsek Kalianget, Iptu Maliyanto mengatakan jika pihaknya bersama dokter di RSI Garam Kalianget sebelumnya telah berusaha memberikan pengertian kepada keluarga pasien Covid-19, agar jenazah diurus dengan protokol kesehatan.

"Kami sudah mengimbau, mengedukasi, menyarankan. Namun pihak keluarga bersikeras ngotot tidak menginginkan diantar ambulans, tidak menginginkan dikuburkan secara protokol Covid-19," kata Iptu Maliyanto.

Salah satu dokter spesialis paru RSI Garam Kalianget, dr. Andre Dwi Wahyudi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, jenazah pasien itu datang ke RSI Garam Kalianget pada tanggal 11 Januari 2021 dan sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru. Statusnya, suspek Covid-19.

Pihak RSI Kalianget katanya, telah melakukan swab test pada pasien tanggal 12 Januari.

"Hasilnya, keluar tanggal 13 Januari dan positif Covid-19," kata dr. Andre Dwi Wahyudi.

Hasil rekam medis, selain pasien mengalami radang paru-paru juga ada penyakit lain, diabetes (kencing manis).

"Sudah sempat membaik, tapi memburuk dan meninggal dunia hari ini (24/1/2021)," katanya.

Pasien menjalani rawat inap selama 13 hari di RSI Kalianget, Kabupaten Sumenep.

"Saya sendiri yang memeriksa. Dan saya sendiri yang menyatakan meninggal dunia," katanya.

Pihaknya mengaku, awalnya sudah menjelaskan kondisi pasien hingga meninggal dunia. Beberapa keluarganya memahami, tapi keluarga lain ada tidak menerimanya.

"Entah apa yang terjadi, pasien dibawa pulang paksa. Kami tidak tahu itu. Kalau misalnya keberatan biasanya tetap diminta tanda tangan (surat pernyataan) terlebih dahulu," katanya.

Padahal menurutnya, pasien yang meninggal dunia tersebut akan difasilitasi oleh Tim Satgas Covid-19.

"Namun keluarganya emosi dan tidak ada dokumen penolakan di sini, hingga dibawa pulang paksa," katanya.

3. Pelaku Mobil Goyang Ditetapkan Jadi Tersangka

Suasana saat warga menggrebek Oknum ASN berinisial IR bersama selingkuhannya T di dalam mobil yang terparkir di depan Pasar Kamisan Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, (21/1/2021) pukul 17.00 WIB.
Suasana saat warga menggrebek Oknum ASN berinisial IR bersama selingkuhannya T di dalam mobil yang terparkir di depan Pasar Kamisan Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, (21/1/2021) pukul 17.00 WIB. (Istimewa/TribunMadura.com)

Pelaku 'mobil goyang' di depan Pasar Kamisan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, IR dan selingkuhannya (T) ditetapkan sebagai tersangka.

IR yang berjenis kelamin perempuan rupanya sudah memiliki keluarga.

Begitu pula dengan selingkuhannya.

Hingga saat ini T masih bekerja sebagai wiraswasta dan berasal dari Kecamatan Banyuates, Kabupate Sampang, Madura, Jawa Timur.

Adegan 'mobil goyang' yang dilakukan oleh keduanya diketahui warga pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

KBO Satreskrim Polres Sampang, Ipda Safri Wanto mengatakan, jika dua hari yang lalu memang Polsek Ketapang melimpahkan kasus itu kepada Polres Sampang, bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA).

Selama kasus ditangani, kata dia sudah berada di proses sidik, sehingga pihaknya masih menunggu hasil visum untuk mengetahui, apakah keduanya sudah sering melakukannya.

"Dalam kasus ini yang melaporkan adalah Suami dari IR pasca kejadian ke Polsek Ketapang," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (25/1/2021).

Adapun, barang bukti yang diamankan oleh UPPA Polres Sampang yakni, mobil yang digunakan mesum oleh kedua tersangka jenis Luxio warna hitam.

Posisi mobil dengan Nopol N 1037 KX tersebut saat ini terparkir di halaman belakang Mapolres Sampang.

"Barang bukti lainnya, pakaian dari kedua pelaku tersebut," terang Ipda Safriwanto.

Terkait pasal yang di sangkakan adalah pasal 284 KUHP tentang perzinahan sebagai perbuatan persetubuhan dengan ancaman kurungan sembilan bulan.

"Dengan ancaman 9 bulan, kamintidak melakukan penahanan, tapi keduanya wajib lapor sepekan dua kali, Seni dan Kamis," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved