Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Ulama Madura Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional - Pengambilan Paksa Jenazah

TribunMadura.com merangkum sejumlah berita unggulan seputar wilayah Madura dalam Berita Madura terpopuler edisi Selasa 26 Januari 2021 hari ini.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Jenazah pasien Covid-19 dijemput paksa oleh keluarganya di RSI Garam Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu (25/1/2021). 

Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - TribunMadura.com merangkum sejumlah berita unggulan seputar wilayah Madura dalam Berita Madura terpopuler edisi Selasa 26 Januari 2021 hari ini.

Ada tiga berita unggulan yang dirangkum TribunMadura.com dalam Berita Madura terpopuler edisi hari ini seputar empat kabupaten di Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Berita pertama datang dari usulan gelar pahlawan nasional pada ulama Madura KH Syaichona Mohammar Kholil.

BEM Universitas Islam Malang ( Unisma Malang ) memberi dukungan agar ulama Madura KH Syaichona Mohammar Kholil sebagai calon pahlawan nasional.

Baca juga: Ulama Madura KH Syaichona Mohammar Kholil Diusulkan sebagai Calon Pahlawan Nasional, Ini Alasannya

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam ini, Andin Punya Bukti Pembunuh Roy, Papa Surya Masih Ragukan Aldebaran

Baca juga: Sekolah di Pamekasan Boleh Gelar Pembelajaran Tatap Muka saat Pandemi, Asal Penuhi Syarat Ini

Selanjutnya, ada kasus jenazah pasien Covid-19 yang diambil secara paksa oleh keluarganya.

Momen pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 itu terekam dalam video dan menjad viral.

Penetapan ASN Sampang sebagai tersangka menutup Berita Madura terpopuler hari ini.

ASN itu ditetapkan sebagai tersangka mobil goyang di depan Pasar Kamisan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura.

1. Ulama Madura Diusulkan Jadi Calon Pahlawan Nasional

Masjid Syaikhona Cholil di Bangkalan, Madura.
Masjid Syaikhona Cholil di Bangkalan, Madura. (TRIBUNMADURA.COM/Sylvianita Widyawati)

Surat dukungan ulama Madura KH Syaichona Mohammar Kholil sebagai calon pahlawan nasional dikirimkan BEM Unisma Malang ke Kemensos RI.

"Kami sudah mengirim suratnya ke tim pengusul yang akan melanjutkan ke Kemensos RI," jelas Faruq, Plt Presma Unisma Malang pada suryamalang.com ( grup TribunMadura.com ), Senin (25/1/2021).

Surat bernomor 109/BEMU-IV/UNISMA/A/I/2021 tentang pengusulan calon pahlawan nasional atas nama KH Syaichona Mohammad Kholil asal Kabupaten Bangkalan, Madura.

Adapun alasan memberi dukungan ke ulama besar itu ada empat alasan.

Pertama sebagai Ahli Fiqih dan Ilmu Alat (Nahwu dan Shorrof).

Kedua, melakukan perlawanan kepada penjajah dengan strategi penguatan bidang pendidikan yaitu mempersiapkan santri-santrinya untuk menjadi pemimpin yang berilmu, berwawasan, tangguh dan mempunyai integritas, baik kepada agama maupun bangsa.

Ketiga, ia sebagai guru ulama nusantara di antaranya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KHR. Aѕ’ad Syamsul Arifin, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syamsuri, KH Maksum, KH Bisri Mustofa.

Serta KH Muhammad Siddiq, KH. muhammad Hasan Genggong, KH. Abdullah Mubarok, KH. Asy’ari, KH. Abi Sujak, KH. Ali Wafa, KH. Toha, KH. Mustofa, KH Usmuni, KH. Karimullah, KH. Manaf Abdul Karim, KH. Munawwir, KH. Khozin dan KH Abdul Hadi Langitan.

Lalu, KH Zainudin, KH. Mаkѕυm, KH. Abdul Fatah, KH. Zainul Abidin, KH. Munajad, KH. Romli Tamim, KH. Muhammad Anwar, KH. Abdul Madjid, KH. Abdul Hamid bin Itsbat, KH. Muhammad Thohir jamaluddin, KH. Zainur Rasyid dan KHHasan Mustofa, KH. Raden Fakih Maskumambang, KH. Sayyid Aӏі Bafaqih, KH. Sayyid Aӏі Bafaqih, dll.

Keempat, sebagai isyaroh pendirian organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama.

Usulan KH Syaichona Mohammar Kholil sebagai calon pahlawan nasional mengemuka sejak 2018.

Makam KH Syaichona Mohammar Kholil di Bangkalan adalah sebagai destinasi wisata ziarah.

Lokasinya mudah dijangkau dan ada tempat parkir yang luas buat bus-bus.

Biasanya rombongan ziarah melanjutkan ke berbagai tempat ziarah hingga Kabupaten Sumenep. Sylvianita Widyawati

2. Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Sumenep

Sebuah video yang memperlihatkan keluarga mengambil paksa jenazah Covid-19 di Rumah Sakit Islam (RSI) Garam Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura viral di media sosial pada Minggu (24/1/2021).

Dalam video berdurasi 3 menit 13 detik itu terlihat pihak keluarga membawa jenazah yang terbaring di tempat tidur rumah sakit hingga sekitar 1 km dari rumah sakit.

Pihak keluarga membawa jenazah ke depan rumah sakit dan menggunakan ambulans desa hingga ke rumah duka di Desa Nambakor, Kecamatan Saronggi, Sumenep.

Suasana panik dan tangis terdengar dalam video itu, jenazah dibawa keluarganya ke Jalan Raya Nasional Kalianget.

"Sakit kecing manis, pas dicovid-19," begitu percakapan dalam video keluarga janazah.

Aksi pengambilan paksa jenazah Covid-19 terjadi pada siang tadi.

Dalam video tampak sejumlah keluarga dari jenazah tersebut panik, karena menunggu ambulans yang mau membawanya.

Pantauan TribunMadura.com, jenazah berinisial S (47) masuk ke RSI Garam Kalianget pada tanggal 13 Januari 2021 lalu dan berawal dari sakit kencing manis atau diabetes.

Dikonfirmasi, Humas RSI Garam Kalianget, Yanti membenarkan adanya pengambilan paksa jenazah Covid-19.

Namun, pihak RSI Garam Kalianget belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai penjemputan paksa pasien tersebut.

Kapolsek Kalianget, Iptu Maliyanto mengatakan jika pihaknya bersama dokter di RSI Garam Kalianget sebelumnya telah berusaha memberikan pengertian kepada keluarga pasien Covid-19, agar jenazah diurus dengan protokol kesehatan.

"Kami sudah mengimbau, mengedukasi, menyarankan. Namun pihak keluarga bersikeras ngotot tidak menginginkan diantar ambulans, tidak menginginkan dikuburkan secara protokol Covid-19," kata Iptu Maliyanto.

Salah satu dokter spesialis paru RSI Garam Kalianget, dr. Andre Dwi Wahyudi membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, jenazah pasien itu datang ke RSI Garam Kalianget pada tanggal 11 Januari 2021 dan sudah pernah diperiksa ke RS Paru Pamekasan dengan diagnosa radang paru-paru. Statusnya, suspek Covid-19.

Pihak RSI Kalianget katanya, telah melakukan swab test pada pasien tanggal 12 Januari.

"Hasilnya, keluar tanggal 13 Januari dan positif Covid-19," kata dr. Andre Dwi Wahyudi.

Hasil rekam medis, selain pasien mengalami radang paru-paru juga ada penyakit lain, diabetes (kencing manis).

"Sudah sempat membaik, tapi memburuk dan meninggal dunia hari ini (24/1/2021)," katanya.

Pasien menjalani rawat inap selama 13 hari di RSI Kalianget, Kabupaten Sumenep.

"Saya sendiri yang memeriksa. Dan saya sendiri yang menyatakan meninggal dunia," katanya.

Pihaknya mengaku, awalnya sudah menjelaskan kondisi pasien hingga meninggal dunia. Beberapa keluarganya memahami, tapi keluarga lain ada tidak menerimanya.

"Entah apa yang terjadi, pasien dibawa pulang paksa. Kami tidak tahu itu. Kalau misalnya keberatan biasanya tetap diminta tanda tangan (surat pernyataan) terlebih dahulu," katanya.

Padahal menurutnya, pasien yang meninggal dunia tersebut akan difasilitasi oleh Tim Satgas Covid-19.

"Namun keluarganya emosi dan tidak ada dokumen penolakan di sini, hingga dibawa pulang paksa," katanya.

3. Pelaku Mobil Goyang Ditetapkan Jadi Tersangka

Suasana saat warga menggrebek Oknum ASN berinisial IR bersama selingkuhannya T di dalam mobil yang terparkir di depan Pasar Kamisan Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, (21/1/2021) pukul 17.00 WIB.
Suasana saat warga menggrebek Oknum ASN berinisial IR bersama selingkuhannya T di dalam mobil yang terparkir di depan Pasar Kamisan Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, (21/1/2021) pukul 17.00 WIB. (Istimewa/TribunMadura.com)

Pelaku 'mobil goyang' di depan Pasar Kamisan, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, IR dan selingkuhannya (T) ditetapkan sebagai tersangka.

IR yang berjenis kelamin perempuan rupanya sudah memiliki keluarga.

Begitu pula dengan selingkuhannya.

Hingga saat ini T masih bekerja sebagai wiraswasta dan berasal dari Kecamatan Banyuates, Kabupate Sampang, Madura, Jawa Timur.

Adegan 'mobil goyang' yang dilakukan oleh keduanya diketahui warga pada Kamis (21/1/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

KBO Satreskrim Polres Sampang, Ipda Safri Wanto mengatakan, jika dua hari yang lalu memang Polsek Ketapang melimpahkan kasus itu kepada Polres Sampang, bagian Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA).

Selama kasus ditangani, kata dia sudah berada di proses sidik, sehingga pihaknya masih menunggu hasil visum untuk mengetahui, apakah keduanya sudah sering melakukannya.

"Dalam kasus ini yang melaporkan adalah Suami dari IR pasca kejadian ke Polsek Ketapang," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (25/1/2021).

Adapun, barang bukti yang diamankan oleh UPPA Polres Sampang yakni, mobil yang digunakan mesum oleh kedua tersangka jenis Luxio warna hitam.

Posisi mobil dengan Nopol N 1037 KX tersebut saat ini terparkir di halaman belakang Mapolres Sampang.

"Barang bukti lainnya, pakaian dari kedua pelaku tersebut," terang Ipda Safriwanto.

Terkait pasal yang di sangkakan adalah pasal 284 KUHP tentang perzinahan sebagai perbuatan persetubuhan dengan ancaman kurungan sembilan bulan.

"Dengan ancaman 9 bulan, kamintidak melakukan penahanan, tapi keduanya wajib lapor sepekan dua kali, Seni dan Kamis," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved