Breaking News:

Berita Bojonegoro

Ngaku Demi Kebutuhan, Pelaku Masuk Lewat Atap Konter Lalu Gasak Puluhan Ponsel, Begini Faktanya

Masuk lewat atap konter yang sedang sepi, pelaku pencurian melakukan aksinya. Ia menggasak ponsel yang ada di konter tersebut.

Penulis: Mohammad Sudarsono | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/MOHAMMAD SUDARSONO
Pelaku pencurian ponsel di konter yang sudah menggasak puluhan ponsel di Bojonegoro, ngaku terdesak kebutuhan hidup 

TRIBUNMADURA.COM, BOJONEGORO - Memanjat masuk lewat atap konter yang sedang sepi, pelaku pencurian melakukan aksinya.

Ia menggasak ponsel yang ada di konter tersebut.

Ternyata, pelaku sudah keluar masuk penjara.

Sudah puluhan ponsel yang sudah digasak pelaku.

Satreskrim Polres Bojonegoro meringkus pelaku pembobol handphone (HP) di konter. 

Pelaku diketahui SG (28), warga Desa Rancamulya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. 

Baca juga: Sinopsis Film Welcome to The Punch, Misi Balas Dendam Max Dalam Penangkapan Kawanan Perampok

Baca juga: Insiden Berdarah di Lingkungan Apartemen Surabaya, 1 Orang Dilarikan ke RS, Penghuni Dengar Teriakan

Baca juga: Kode Redeem FF atau Free Fire Terbaru 26 Januari 2021 yang Belum Digunakan, Tukar Kode dengan Item

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam ini, Andin Punya Bukti Pembunuh Roy, Papa Surya Masih Ragukan Aldebaran

Saat akan ditangkap di wilayah Gresik, pelaku melawan hingga polisi melakukan tindakan terukur dengan menembak kedua kakinya.

"Pelaku kita tembak kakinya karena melawan, saat di kos berusaha kabur," kata Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia saat ungkap kasus, Selasa (26/1/2021). 

Mantan Kapolres Tulungagung itu menjelaskan, dalam aksinya terakhir pelaku sudah menggarong puluhan handphone di dua konter.

Untuk konter pertama di Baureno ada 11 HP yang digasak, konter kedua di Jetak ada 23 HP. 

Dalam menjalankan modusnya, pelaku yang sudah berkeluarga itu menyasar konter saat sepi lalu masuk lewat atap.

Setelah itu membawa kabur ponsel. 

"Ada 2 HP yang kita amankan sebagai barang bukti, pelaku merupakan residivis, kita ancam pasal 363 KUHP ancaman 7 tahun penjara," pungkasnya. 

Pelaku, AG mengaku, melakukan aksinya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

"Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari," kata pelaku singkat.(nok)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved