Mengenal Claresta Alim, Pewaris Dinasti Balet yang Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Simak perjalanan karier Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy yang mengajarkan kesenian tari balet kepada masyarakat.

Dokumen Pribadi Claresta Alim
Claresta Alim, Pengajar Tari Balet, Pendiri Indonesia Dance Company dan Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy. 

Semasa kecil, Claresta Alim menganggap balet adalah hal yang biasa.

Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy yang mengajarkan kesenian tari balet kepada masyarakat.
Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy yang mengajarkan kesenian tari balet kepada masyarakat. (Dokumen Pribadi Claresta Alim)

Namun, Marlupi Sijangga, nenek Claresta Alim secara perlahan mengenalkan tari balet kepada cucunya.

Sang Nenek adalah seorang seniman tari Indonesia dan pendiri sekolah balet Marlupi Dance Academy yang kini berusia 83 tahun.

Claresta Alim, saat itu masih berusia 2,5 tahun, masih ingat suara neneknya meminta tolong asisten, Tjiek In untuk membantu memakaikan baju balet kepada Claresta.

 “Saat kecil itu aku biasa aja beneran. Jadi saat umur 2,5 tahun oma aku memang mengajar balet di rumah dan studio. Aku tinggal dengan oma sejak bayi sampai TK,” ungkap wanita berusia 29 tahun ini.

Claresta kecil malah berteriak menolak permintaan sang nenek hingga tangis pun pecah.

“Katanya (red. kata nenek) Aku nangis. Terus dibantuin sama asisten oma namanya Tjiek In.

‘Ayok Tjiek In, pakaikan baju balet’. Aku nggak mau. Jadi, aku nangis.

Namun, seiring berjalannya waktu, Claresta Aliem mau berlatih balet.

 “Dulu bagiku balet hanya untuk bersenang-senang. Tidak ada tempat kita melihat penari sebenarnya.  Saat itu belum ada Instagram dan Youtube. Kita belum bisa melihat penari-penari balet dari luar negeri,” jelas Claresta Alim.

Claresta Alim sempat memandang balet sebagai sebuah rutinitas yang harus ia lakukan setiap hari.

“Jadi yang kita lihat itu hanya temen-temen kita. Aku hanya menemukan balet sebagai hobi dan sebatas kegiatan les. Dulu balet hanya seminggu dua kali. Tidak ada seperti sekarang, anak-anak mampu belajar balet setiap hari. Malah mereka home school-ing, dan mereka menari balet sebagai profesi dan karier,” ucapnya.

Perlahan Claresta Alim belajar tentang tari balet.

Dia berlatih tari balet dua kali dalam seminggu selama satu jam.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved