Mengenal Claresta Alim, Pewaris Dinasti Balet yang Harumkan Nama Indonesia di Kancah Internasional

Simak perjalanan karier Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy yang mengajarkan kesenian tari balet kepada masyarakat.

Dokumen Pribadi Claresta Alim
Claresta Alim, Pengajar Tari Balet, Pendiri Indonesia Dance Company dan Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy. 

Kesempatan langka itu pun tak dia sia-siakan.

Keseriusannya pada dunia balet ini pula yang mengantarkannya menjadi guru balet di Amerika setelah masa studinya di New York Joffrey Ballet School diselesaikan dengan baik.

Claresta Alim juga sempat mengambil pendidikan tari di Ba Hons of Dance Education, London, Inggris dengan pembelajaran online.

Sejak saat itu, Claresta Alim termotivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih banyak.

Pengetahuannya pun semakin luas.

Terbukti dari Claresta Alim yang mengenyam pendidikan tari di Washington Ballet School Washington, DC, the U.S. capital.

Di sana, dia memperdalam tari jazz dan tari kontemporer.

Kemudian, Claresta Alim melanjutkan pendidikan tari di Alvin Ailey American Dance Theater, New York.

Empat tahun mempelajari seni tari membuat Claresta Alim berpikir sudah saatnya untuk bekerja.

Pada 2010, ia mendapatkan pekerjaan di Miami dan mengajar balet pada sore hari.

Sudah Delapan tahun Claresta Alim tinggal di Amerika Serikat sejak umur 16 tahun.

Setelah itu, Claresta Alim memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memilih tanggung jawab sebagai pengajar balet profesional.

Wanita yang pernah menjadi guru balet di Art Ballet Theatre of Florida ini juga pernah membawa tujuh penari balet perempuan berjaya di ajang bergengsi dunia Kejuaraan Tari Balet Tingkat Internasional yakni Asian Grandprix 2017 yang digelar di Hong Kong.

Mereka merupakan murid Marlupi Dance Academy.

Marlupi Dance Academy mengirimkan 28 balerina ke ajang bergengsi dunia yang diikuti 15 negara.

Sebanyak 13 balerina masuk final dan 7 di antaranya memenangi kompetisi dan meraih medali terbaik di kategorinya masing-masing yakni 3 medali emas, 1 perunggu, 2 penghargaan fonteyn dan 1 penghargaan sansha.

“Sehingga, nama Indonesia bisa dikenal di kancah internasional. Jujur saat pertama kali kita menang, mulainya di Hong Kong. Lalu kebetulan kita nggak cuman satu membawa medalnya.

Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy saat mengajarkan tari balet kepada salah satu muridnya.
Claresta Alim, Direktur Seni Pertunjukan Marlupi Dance Academy saat mengajarkan tari balet kepada salah satu muridnya. (Dokumen Pribadi Claresta Alim)

Ada beberapa guru yang mendatangi saya. Mereka mempertanyakan kami dari mana. Saya jawab ‘we are from Indonesia’. Mereka bertanya Indonesia di mana. Dikira Indonesia ada di Bali. Namun, Bali adanya di Indonesia," ungkap wanita yang kini berada di Bali.

Wanita yang lahir di Kota Surabaya, Jawa Timur ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional bersama murid-murid didikannya.

“Kami membawa nama Indonesia dengan balet hingga dikenal di luar sana. Kami juga pernah mewakili Indonesia untuk menari di Polandia.

Di situ banyak ambassador dari Rusia, Polandia, US Ambassador. Kami membawakan tari betawi. Plus kostumnya tradisional. Setelah kami menari, tepuk tangannya banyak. Mereka bilang ‘bravo’,” jelas Claresta Alim.

“Mereka menyebut kostumnya bagus banget. Bahkan, mereka bertanya itu tarian apa.

Saya bilang tarian yang kami bawa adalah tari tradisonal dari Indonesia. Mereka suka banget. Itu adalah sebuah penghargaan,” sambungnya.

Selama menjadi pengajar balet profesional, Claresta Alim memperoleh berkat.

Pasalnya, dia bisa menjadi sosok yang berguna bagi banyak orang lewat pengalaman dan pengetahuan.

“Yang paling menyenangkan. Jadi selama ini yang aku berikan bisa jadi berkat bagi buat semua orang. Setelah mengajar, aku sangat menikmati. Aku senang bisa membantu orang lain. Aku bisa melihat sesorang yang awalnya tidak bisa, menjadi bisa,” ucapnya.

Claresta Alim berharap dunia balet Indonesia semakin maju dan seni tari balet lebih dihargai oleh masyarakat.

“Yang belum aku raih, belum bisa membuat balet di Indonesia lebih diapresiasi lagi. Karena kalau ada di luar negeri ada show.  Mungkin mereka sudah menghargai ballet,” pungkasnya.

(TribunJatim.com/Elma Gloria Stevani)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved