Breaking News:

Virus Corona

SWAB ANAL Metode Baru China Deteksi Covid-19, Disebut Lebih Akurat, Akankah Diterapkan di Indonesia?

Ya, swab anal adalah metore baru China untuk mendeteksi infeksi virus Corona atau Covid-19 terhadap warganya.

Freepik
ILUSTRASI Berita terkait swab anal, metode baru China deteksi Covid-19 terhadap warganya. 

Pekan lalu, lebih dari 1.000 anak sekolah dan guru di Beijing diberikan usapan anal, tenggorokan, dan hidung setelah satu kasus virus tanpa gejala terdeteksi di kampus, kata pejabat setempat.

Menurut Bloomberg, penumpang dalam penerbangan dari Changchu ke Beijing diuji untuk Covid-19 melalui swab hidung dan dubur setelah pejabat mengetahui bahwa seseorang di dalam penerbangan tersebut berasal dari daerah berisiko tinggi.

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (pixabay.com)

Alex Wang, 21 tahun, mengatakan kepada VICE World News bahwa ia menjalani dua kali usapan anal pada bulan September di sebuah hotel karantina setelah kembali dari Australia ke kampung halamannya, Weihai, yang terletak di provinsi timur Shandong.

"Awalnya saya malu," kata Wang tentang proses tersebut, yang katanya melibatkan dua perawat dan berlangsung beberapa detik.

"Tapi saya mengerti negara itu berada di bawah tekanan untuk mencegah wabah."

Namun, banyak warga Tiongkok sangat menentang metode baru yang invasif ini.

Baca juga: Ketua DPRD Pamekasan Ingatkan Masyarakat Jujur Soal Efek yang Dirasakan Setelah Divaksin Covid-19

Weibo, platform media sosial Tiongkok, baru-baru ini melakukan jajak pendapat tentang penggunaan usap anal, dan 80% responden mengatakan mereka "tidak dapat menerima" teknik tersebut, Washington Post melaporkan.

Yang Zhanqiu, seorang ahli patologi di Universitas Wuhan, mengatakan kepada China Global Times bahwa usap hidung dan tenggorokan lebih efektif dalam mendeteksi Covid-19 daripada usapan anal. 

"Ada kasus tentang tes virus Corona positif pada kotoran pasien, tetapi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa itu ditularkan melalui sistem pencernaan seseorang," kata Zhanqiu.

Sejauh ini masih China yang menerapkan metode ini.

Halaman
123
Penulis: Ani Susanti
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved