Virus Corona di Jawa Timur

Jokowi Sebut PPKM Tak Efektif, Begini Kondisi Nyata Penyebaran Covid-19 di Jatim Selama PPKM

Presiden Joko Widodo yang menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif untuk menekan laju penularan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi Covid-19 di RS Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto, Senin (1/2/2021). 

Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM - Presiden Joko Widodo yang menyebut kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif untuk menekan laju penularan Covid-19.

Pasalnya, PPKM tak mampu menekan mobilitas masyarakat dan masih memicu pertambahan kasus Covid-19 di Jawa-Bali.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, bahwa semalam pihaknya telah rapat koordinasi dengan seluruh forkopimda di 77 kabupaten/kota di 7 provinsi langsung di bawah koordinasi Menkomarves. Di dalam rapat terdapat Panglima TNI, Kapolri, Menkes, Menag dan Mendagri.

Baca juga: Jokowi Sebut PPKM Tak Efektif, Sutiaji Minta Masyarakat Disiplin Prokes: Jaga Diri dan Jaga Keluarga

Baca juga: Peruntungan Menurut Shio Awal Tahun Baru Imlek 2021: Karier Shio Kerbau Meroket, Shio Macan Makmur

Baca juga: Download MP3 Kumpulan Lagu DJ Remix Terbaru 2021 Viral TikTok, Ada Devo ta Na Moda hingga Boom

Baca juga: Kanitreskrim Polsek Kwanyar Mendapat Penghargaan dari Kapolres Bangkalan: Saya Hanya Mengabdi

"Jadi seluruhnya berseiring dengan berbagai ikhtiar yang harus terus kami sampaikan ke masyarakat. Bahwa, hari ini Covid-19 belum berhenti penyebarannya. Proses vaksinasi berjalan, tapi bukan berarti vaksinasi berjalan lalu boleh melonggarkan disiplin kesehatan," kata Khofifah Indar Parawansa, saat diwawancara setelah meninjau proses vaksinasi di RS Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto, Senin (1/2/2021).

"Gunakan masker dengan benar, ini harus disampaikan dan diedukasi. Karena menjaga diri kita, keluarga, sama dengan menjaga negara kita," tegas Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim, Makhyan Jibril A Faraby menjelaskan, bahwa dari rapat evaluasi pelaksanaan PPKM di Jawa Timur ada beberapa poin keberhasilan PPKM dalam pengendalian Covid-19 di Jatim, tapj juga ada beberapa hal yang masih butuh maksimalisasi.

Misalnya saja yang terlihat paling berhasil dari PPKM, adalah menurunkan tingkat hunian bed isolasi pasien Covid-19. Sebelum PPKM bed occupancy rate ruang isolasi biasa pasien Covid-19 di Jatim ada di angka 79 persen. Per 31 Januari 2021, angkanya menurun signifikan menjadi 59 persen.

Namun signifikansi penurunkan BOR isolasi biasa ini tidak terjadi di ruang ICU pasien Covid-19. Meski sudah diterapkan PPKM hingga memasuki jilid kedua ini, BOR ICU pasien Covid-19 tidak menurun malah justru naik.

Di awal PPKM, angka BOR ICU pasien Covid-19 adalah 69 persen. Sedangkan per 31 Januari 2021, angkanya naik menjadi 72 persen.

"Kalau kami lihat dari evaluasi PPKM, memang bervariasi di masing-masing kabupaten kota di Jatim. Tapi secara keseluruhan, selama PPKM untuk pertambahan kasus masih naik turun. Kami pernah sehari pertambahan kasusnya seribu lebih, tapi juga pernah tambahnya sehari antara 800 hingga 900 kasus," kata Jibril, Senin (1/2/2021).

Tertinggi, penambahan kasus baru harian di Jatim justru tercapai saat PPKM. Di mana sehari pertambahannya mencapai 1.198 kasus baru. Sedangkan dalam dua hari ini penambahan kasus ada di angka 900 lebih.

Di sisi lain, Jibril menjelaskan, bahwa efektivitas PPKM juga bisa dilihat dalam hal kepatuhan 3M atau perubahan perilaku. Di mana kepatuhan masyarakat meningkat dengan lebih tertib mengenakan masker.

Hal ini selaras dengan hasil penelitian, bahwa kepatuhan masyarakat dalam bermasker dan 3M meningkat jika ada tekanan termasuk peraturan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved