Breaking News:

Berita Sampang

230 Pengungsi Sampang di Jemundo Terima Sertifikat Tanah, Gubernur Jatim-Bupati Bahas Transisi Jadup

Gubernur Jawa Timur menyerahkan sertifikat tanah program PTSL pada masyarakat Sampang di Jemundo Sidoarjo yang mengungsi akibat konflik sosial.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat tanah program PTSL pada masyarakat Sampang di Jemundo Kabupaten Sidoarjo yang mengungsi akibat konflik sosial, Selasa (2/2/2021) sore. 

Reporter: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sertifikat tanah program PTSL pada masyarakat Sampang di Jemundo Kabupaten Sidoarjo yang mengungsi akibat konflik sosial, Selasa (2/2/2021) sore.

Total ada sebanyak 230 sertifikat bidang tanah yang diberikan sore ini yang merupakan hasil program PTSL di tahun 2020.

Program pengurusan sertifikat sebagai bukti kepemilikan aset ini menjadi rangkaian panjang yang sekaligus jadi pelengkap terpenuhinya hal-hak pengungsi Sampang. Sebelumnya, Gubernur Khofifah telah mengupayakan hingga akhirnya mereka mendapatkan KTP, Kartu Keluarga, Buku Nikah, hingga SIM, dan sekarang ditambah dengan bukti kepemilikan aset. Hal ini menjadi bukti upaya negara hadir di tengah masyarakat yang tengah diterpa dampak konflik sosial.

Baca juga: Lesty Kejora Diajak Nikah Rizky Billar Seusai 3 Kali Jalan: Dia Ngobrol Sama Bapak Punya Niat Serius

Baca juga: Terciduk Curi Rokok dan Uang, Pria Sampang Nyaris Diamuk Massa, Awalnya Mondar-mandir di Depan Toko

Baca juga: Kapolres Sampang Bagikan 15 Ribu Masker pada Pengunjung Pasar Srimangunan, Cegah Penularan Covid-19

Baca juga: Kabupaten Trenggalek Masih Zona Merah Covid-19, Pesta Pernikahan Dilarang, Hanya Boleh Ijab Kabul

Sebagaimana diketahui sebanyak 380 orang warga Sampang mengungsi ke Jemundo sejak konflik sosial Syiah yang pecah di tahun 2011 lalu. Selama ini mereka harus mengungsi di Jemundo Sidoarjo.

"Ini proses panjang, mulai penyiapan KTP, KK, buku nikah hingga sertifikat aset. Kita berharap kehidupan yang rukun meski beragam bisa kita bangun bersama dengan ketenangan dan kerukunan," kata Khofifah usai melakukan penyerahan sertifikat.

Upaya membangun ketenangan di komplek tower pengungsian Jemundo sore itu juga diwujudkan Gubernur Khofifah dengan mengajak warga setempat membaca salawat burdah. Menurutnya kerukunan dan ketenangan butuh terus dibangun.

Lebih lanjut Khofifah menyebutkan bahwa pihaknya saat ini mulai membahas terkait transisi pemberian tunjangan pada warga pengungsi Sampang dengan Bupati Sampang. Salah salah satunya terkait jatah hidup atau jadup.

"Nah selama ini mereka di sini mendapatkan jadup senilai Rp 700 ribu per orang per bulan dari Pemprov. Ini yang nanti perlu kita komunikasikan, proses transisinya kita akan bahas dengan bupati. Supaya tidak kaget, ah waktu di Jemundo ada jadup kenapa sekarang tidak. Nah ini kan harus ada transisi, nggak tau nanti transisinya nanti berapa bulan," kata Khofifah.

Sebab mereka tentu harus menyiapkan segala sesuatu dan belum bisa langsung bekerja saat namti kembali ke Sampang. Sehingga penyiapan yang menyangkut hal teknis harus dikoordonasikan antara pemprov dengan pemkab demi kebaikan masyarakat yang telah lama mengungsi.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved