Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

'Bagian Tubuh Bisa Bicara', Kesaksian Dokter Forensik Kuak Beda Korban SJ 182 & Pesawat Lain: 4 Fase

"Death body can talk (bagian tubuh pun bisa 'berbicara'), kalau dia memang karena crash air laut," jelas dr Hastry.

KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFAL/GARRY LOTULUNG
Beberapa objek temuan dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak. 

Saat menginjakkan tangga, Denny Darko berkali-kali mengusap dadanya.

Ditambah lagi, menurut sang dokter forensik, tepat di sebelah kanan kamar identifikasi jenazah Sriwijaya Air, adalah ruangan untuk jenazah Covid-19.

Sontak, Denny Darko pun makin deg-degan.

"Itu body partnya datang dalam kantong jenazah kan dok?" tanya Denny Darko.

"Iya betul. Sebelah kanan kamar Covid-19," jawab dr Hastry yang sudah 30 tahun lebih menjadi dokter forensik, dikutip TribunMadura.com dari TribunBogor.

Baca juga: CATAT! Polisi Tak Lagi Nilang Mulai Maret 2021, Simak Jenis Pelanggaran Tilang Elektronik & Dendanya

Melihat ketakutan Denny Darko, dr Hastry pun menegaskan bahwa mereka dalam keddaaan aman.

Karena sebelum memasuki ruangan tersebut, keduanya sudah disemprot disinfektan dan memakai masker.

"Aman, kan udah disinfektan, pakai masker juga. Yang penting jangan ngucek-ngucek mata," ungkap dr Hastry.

Akan tetapi, begitu menginjak tangga terakhir, Denny Darko mengeluh pusing dan hampir pingsan.

Bahkan Denny Darko tak kuat berjalan dan langsung duduk di tangga.

Ia mengeluhkan soal bau dari ruangan identifikasi korban Sriwijaya Air.

"Aduuuh dok, baunya dok," ucap Denny Darko.

"Khas kamar jenazah," imbuh dr Hastry.

"Ini kemarin gak begini lho baunya," ujar Denny Darko lagi.

"Ya, ini karena jenzah dari TKP mulai pembusukan campur air laut," tambah dr Hastry.

Diakui Denny Darko, bau yang diciumnya ini bukan bau formalin, melainkan seperti bau jenazah.

Baca juga: Bak Mukjizat, Jasad Pilot SJ 182 Ketemu saat Keluarga Ikhlas, Kondisi Istri-Anak Capt Afwan Terkuak

Hal yang dirasakan Denny Darko itu pun dibenarkan oleh dr Hastry.

"Serius, ini bukan bau formalin, ini bau jenazah dok?" tanya Denny Darko kepada sang dokter.

"Iya ada bau disinfektan kan disterilin juga tempatnya, tapi kalah sama bau jenazah," ujar dr Hastry.

Mendengar pengakuan dr Hastry, Denny Darko makin lemas.

"Saya seumur-umur baru pertama kali lihat jenazah, cuma jenazah almarhumah ibu saya dok, gak pernah yang lain.

Ini baunya... hufft," ucap Denny Darko.

Baca juga: Indonesia Lockdown? Diusulkan Lagi karena Covid-19 Melonjak, Jokowi Menentang, Pengamat: dari Awal

Lantas, Denny Darko berusaha menguatkan diri untuk berdiri.

"Lama-lama adaptasi kok, lama kalau pertama kali," ucap dr Hastry.

Ketika duduk tepat di dekat pintu ruang identifikasi korban Sriwijaya Air, Denny Darko kembali hampir pingsan karena cium bau jenazah.

"Bau banget ini dok, bau. Gak ada parfum tah?" tanya Denny Darko.

"Kasih kopi, biasanya dikasih kopi temen-temen saya yang penyidik itu," pungkas dr Hastry.

(TribunMadura.com/Ani Susanti - TribunJakarta/Ferdinand Waskita Suryacahya - TribunBogor/Uyun)

Penulis: Ani Susanti
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved