Breaking News:

Virus Corona di Trenggalek

Kabupaten Trenggalek Masih Zona Merah Covid-19, Pesta Pernikahan Dilarang, Hanya Boleh Ijab Kabul

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali membatasi aktivitas pesta perkawinan dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Istimewa
Penertiban acara hajatan di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu. 

Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, kembali membatasi aktivitas pesta perkawinan dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Aturan itu merujuk pada kondisi kasus Covid-19 yang masih tergolong dalam zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus SARS-CoV-2.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, aturan larangan itu sudah diatur ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid dua.

Baca juga: Lesty Kejora Diajak Nikah Rizky Billar Seusai 3 Kali Jalan: Dia Ngobrol Sama Bapak Punya Niat Serius

Baca juga: 230 Pengungsi Sampang di Jemundo Terima Sertifikat Tanah, Gubernur Jatim-Bupati Bahas Transisi Jadup

Baca juga: Kapolres dan Dandim Pamekasan Bagikan Masker Gratis ke Pedagang hingga Pengunjung Pasar 17 Agustus

Baca juga: Terciduk Curi Rokok dan Uang, Pria Sampang Nyaris Diamuk Massa, Awalnya Mondar-mandir di Depan Toko

Pernikahan, jelas dia, tetap bisa digelar tanpa ada pesta. Dalam aturannya, pemkab mengatur pernikahan hanya boleh digelar ijab kabul saja.

Pelaksanaan ijab kabul pun diatur dengan batas maksimal pendamping 15 orang.

"Tidak perlu lagi ada pesta," ungkap Mochamad Nur Arifin.

Ketika PPKM jidil satu, pemkab masih melonggarkan aturan soal hajatan. Saat itu, hajatan boleh digelar dengan aturan ketat.

Seperti, menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak, membatasi jumlah undangan 30 orang dalam sekali sesi, tidak menjabat tangan, dan tidak menyediakan makan di tempat.

Meski demikian, masih ada penggelar hajatan yang tidak taat aturan.

Tim gabungan sempat menertibkan beberapa pesta pernikahan yang tidak patuh protokol kesehatan.

Aturan baru ini diharapkan bisa menekan penularan Covid-19 di wilayah Trenggalek. Juga untuk mencegah adanya klaster hajatan.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek per Senin (1/2/2021), total ada 2.241 kasus Covid-19.

Rinciannya, 606 pasien aktif, 1.514 sembuh, dan 121 meninggal dunia.

Baca juga: Penampilan Baru Cimoy Montok Dipuji Glowing Sampai Disebut Mirip Lesti Kejora, Ramzi: Cakepan Cimoy

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam ini Selasa 2 Februari 2021, Al Ajak Andin Cari Pembunuh Roy Sebenarnya

Baca juga: PMII Komisariat UIM Teken MoU dengan Perpusda, Gagas Gerai Baca Demi Wujudkan Kabupaten Literasi

Baca juga: Cegah Sebaran Covid-19, Personel Gabungan Pamekasan Semprot Disinfektan di Kompleks Pasar 17 Agustus

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Masih Zona Merah Covid-19, Hajatan Pernikahan Dilarang Digelar di Kabupaten Trenggalek

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved