Breaking News:

'WASIAT' Gus Dur untuk Warga Nahdliyin Usai Temukan Makam Leluhur di Banyuwangi, Aulia Tertua Jawa

KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur menemukan makam leluhurnya di Banyuwangi. Gus Dur tirakat selama 3 bulan di makam tersebut.

istimewa
Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur 

Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM - Terdapat sebuah kisah menarik di mana KH Abdurrahman Wahid atau yang dikenal Gus Dur menemukan makam leluhurnya di Banyuwangi.

Ternyata, Gus Dur juga memberikan pesan khusus kepada warga Nahdliyin soal makam leluhur Auliya tertua di tanah Jawa itu.

Gus Dur mengungkapkan, dalam proses penemuannya itu, Gus Dur tirakat selama 3 bulan di makam tersebut.

Pemakaman kuno itu terletak di kawasan hutan Banyuwangi, yang jadi salah satu jejak syiar Islam yang masuk di tanah Jawa paling awal.

Makam ini milik orang suci yang datang dari negeri Rum.

Beliau tak lain adalah Syekh Al Maulaya. Di tanah Jawa, beliau juga dijuluki Syekh Mulyo atau Syekh Akbar yang mana diketahui sebagai Sepupu dari Syekh Subakir.

Di areal pemakaman itu pula terdapat makam dari puluhan tokoh masa lampau tanah Jawa. Beberapa di antaranya seperti Aryo Murti dan makam ayah dari Syekh Mulyo, yakni Syekh Kamaluddin Sarbiqoni Sayyidtullah.

Beberapa makam terlihat memiliki ukuran yang tak biasa. Sekitar 10 makam memiliki panjang mencapai 7 meter lebih, sedangkan makam lainnya memiliki panjang sekitar 3 meter.

Makam para orang suci ini berada di tengah belantara hutan jati di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo. Tepatnya di petak 76 kawasan Gunung Gamping, ya kini secara administratif dikelola Perhutani Banyuwangi Selatan.

Menurut cerita babat desa setempat, areal pemakaman kuno itu diketahui sudah ada sejak tahun 1603. Lokasi ini juga menjadi basis pertahanan para pejuang pada masa penjajahan Belanda.

HALAMAN 2>>>>

Editor: Aqwamit Torik
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved