Breaking News:

Berita Ponorogo

Tanaman Padi 83 Hektar Nyaris Tak Terlihat Direndam Banjir Ponorogo, Petani Terancam Gagal Panen

83 hektare lahan pertanian padi petani di Ponorogo terancam gagal panen akibat banjir.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Sawah petani di Ponorogo terendam banjir, Rabu (3/2/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Area persawahan di Ponorogo yang sedang ditanami padi terendam banjir, Rabu (3/2/2021).

Akibat banjir di Ponorogo, sekitar 83 hektare lahan pertanian terancam gagal panen.

Kabid Tanaman Pangan Hortikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Medi Susanto menyebutkan, padi-padi tersebut masih terselamatkan karena hanya terendam semalam.

"Kalau lahan pertanian ini tergenang selama 3 hari, ya bisa dipastikan nanti bisa puso," kata Medi, Kamis (4/2/2021).

Tanaman Padi di Sumenep Nyaris Tak Terlihat setelah Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Sinopsis True Beauty Episode 16 dan Link Nonton, Adegan Ranjang Ju Kyung dan Su Ho, Seo Jun Gimana?

Inilah Arti Mimpi Terjatuh saat Tidur, Ada Rasa Tak Layak hingga Gelisah, Simak Cara Mencegahnya

Kata dia, mayoritas lahan pertanian yang terdampak banjir adalah yang berada di sekitar bantaran sungai.

Ia merinci, di Kecamatan Siman, banjir terjadi di Desa Madusasi dan berdampak pada 10 hektar persawahan.

Lalu Desa Brahu 3 hektare, Desa Beton 10 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Ponorogo, di Kelurahan Surodikraman 6 hektare, Kepatihan 22 hektare, Pakunden 5 hektare dan Paju mencapai 28 hektare.

"Kelurahan Paju yang paling banyak, karena dekat dengan sungai Sekayu," ucapnya.

Medi berharap luapan sungai tidak terjadi lagi sehingga air di area persawahan bisa surut dan tidak terjadi puso.

Karena sebagian besar dari area persawahan yang terdampak banjir tersebut tidak ikut asuransi.

Bentuk dan Warna Payudara Wanita Punya Arti Berbeda, Kenali 7 Perbedaannya Berikut

Keunggulan Sertifikat Tanah Elektronik Dibanding Cetak, Proses Pengurusan hingga Praktik Korupsi

Sehingga jika gagal panen tidak akan mendapat ganti rugi.

"Padahal kalau ikut asuransi bisa mendapatkan ganti rugi, bahkan kalau kerusakannya mencapai 75 persen, klaim asuransinya penuh. Satu hektare itu dapat ganti rugi sebanyak Rp 6 juta," kata Medi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved