Minggu, 19 April 2026

Pamit Terakhir Gadis yang Mayatnya Ditemukan Tertancap Bambu, Buru-buru Datangi Pacar, Keluarga Pilu

Korban diketahui bernama Weni Tania (21), asal Kampung Ciloa Tengah, Desa Sindangratu,  Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Aqwamit Torik
Tribunnews
Pilu gadis muda ditemukan tewas. Mayatnya tertancap bambu. Pamit terakhir temui pacar. 

TRIBUNMADURA.COM - Kasus penemuan mayat gadis tertancap bambu tengah menjadi sorotan.

Kronologi penemuan mayat gadis tertancap bambu hingga pengakuan keluarga terkuak.

Pamit terakhir korban sebelum ditemukan meninggal 3 hari kemudian juga terungkap.

Korban diketahui bernama Weni Tania (21), asal Kampung Ciloa Tengah, Desa Sindangratu,  Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Ia ditemukan sudah menjadi mayat di sungai kecil belakang PT Japfa di Garut (5/2/2021).

Bambu menancap di tubuhnya.

Diperkirakan Weni itu sudah meninggal sejak tiga hari sebelumnya.

"Kejadiannya tadi pagi sekitar jam 09.00-an, mayatnya ditemukan di sungai kecil di belakang Pabrik PT Japfa," kata Fahmy Fadhil (27) warga Tegalpanjang kepada TribunJabar ( grup TribunMadura.com ) melalui sambungan telepon. 

Jeda 1 Detik dari Jawaban Pilot Afwan, Pesawat SJ182 Mendadak Belok Kiri & Jatuh, Terkuak soal Cuaca

Dia mengatakan, mayat tersebut memakai kaus berwarna kuning dan celana jeans biru.

Kapolsek Wanaraja, Kompol Oon Suhendar membenarkan hal tersebut.

“Umur belum diketahui dan mayat tersebut dalam keadaan tengkurap dan sudah membengkak, mengeluarkan bau busuk. Diperkirakan, mayat tersebut sudah tiga hari berada di tempat tersebut,” ujar Oon Suhendar.

"Di lubang anus tertancap sebilah bambu yang berukuran kurang lebih 60 sentimeter," ucapnya.

Mayat kini sudah dievakuasi.

"Kita meluncur ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan selanjutnya dilakukan olah TKP,” katanya.

"Kami sekarang tengan upaya penyelidikan lebih lanjut, sejauh ini baru 4 orang yang kami mintai keterangan sebagai saksi,"

Suara Terakhir Pilot Sriwijaya Air sebelum SJ 182 Jatuh, Satu Kata, AirNav: Semua Berlangsung Normal

Pamit Terakhir

Pihak keluarga menceritakan kronologi kepergian Weni dari rumahnya sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Perginya dari hari selasa, katanya mau ke rumah temennya yang dekat pasar Wanaraja, udah itu pergi ke rumah pacarnya naik angkot entah kemana," kata Ai Kusmiati (40) yang merupakan Bibi Weni, saat ditemui Tribunjabar di rumah duka.

Ai mengatakan dirinya dan keluarga pada awalnya tidak curiga karena memang Weni sering berpegian ke rumah temannya.

"Ya kata temannya itu yang perempuan yang orang pasar itu, dia bilang ponakan saya naik angkot mau ke pacarnya," ujar Ai.

Masalah Ayu Ting Ting & Adit Batal Nikah Bocor Duluan ke Pihak WO, Feeling, Ivan Gunawan Tak Kaget

Lebih jauh Ai menjelaskan, Weni pergi meninggalkan rumah seorang diri pada hari Selasa (2/2/2021). 

"Berangkatnya sendiri, pas berangkat kayak yang terburu-buru, sampe rumah lupa dikunci, kan biasanya kalo mau pergi lama rumah suka dikunci," katanya.

Weni yang hidup sendiri membuat keluarga mengira bahwa dirinya sudah pulang, namun tetangganya menanyakan kondisi rumah yang terlihat gelap. 

"Kata tetangga, Weni kemana ko rumahnya gelap, baru lah kami mencari sana-sini, setelah beberapa hari ada kabar ia ditemukan sudah hilang (meninggal)," ucapnya.

Weni Tania, yang mayatnya ditemukan di Kampung Muncang Lega, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, Jumat (5/2/2021) pagi.
Weni Tania, yang mayatnya ditemukan di Kampung Muncang Lega, Desa Tegal Panjang, Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut, Jumat (5/2/2021) pagi. (Istimewa)

Sosok Semasa Hidup

Semasa hidup Weni memang tidak banyak berkomunikasi dengan keluarga, ia adalah sosok pendiam.

"Orangnya pendiam, kalo ada apa-apa tidak pernah bicara, kadang dikasih makan juga harus dianterin baru bisa makan," ucap Ai.

Hal itu juga dibenarkan sahabat Weni, Viki Ruspiandi (21).

Viki dan Weni sama-sama sekolah di SMK PGRI Wanaraja (SMEA Aceng).

Nestapa Istri Pergoki Suami Ngamar Bareng Pelakor Hanya Pakai Dalaman, Apa Kurangnya Aku?

Dia mengatakan sahabatnya itu dikenal pendiam saat sekolah.

Viki menyebut dirinya dan korban telah bersama satu kelas hingga lulus.

"Saya dan Weni sudah dari kelas 10 hingga lulus satu kelas terus. Dia orang baik" kata Viki.

Ia menyebutkan Weni adalah orang yang pendiam sejak duduk di bangku SMA dan terkadang suka nangis tanpa sebab.

"Kalau di kelas juga suka diam enggak banyak bicara, kadang suka nangis tanpa sebab. Sama saya sering ditanya kenapa, tapi tidak pernah mau jawab, dipendam sendiri saja kayaknya," ucapnya.

Terlanjur Check In di Hotel, Pemuda ini Kaget Lihat Kelakuan Cewek Kenalannya di Kamar: Transfer

Setelah lulus sekolah Viki mengatakan sudah tidak berkomunikasi lagi dengan Weni.

"Paling ketemu di status Facebook. Kaget saat tahu yang penemuan mayat itu adalah sahabat saya," katanya.

Viki yang bekerja di PT KAI Stasiun Wanaraja itu berharap polisi bisa mengungkap penyebab kematian sahabatnya.

"Biar enggak simpang-siur lagi di medsos," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul UPDATE Mayat Perempuan dengan Bambu Menancap di Tubuh, Terakhir Diketahui Pergi ke Rumah Pacar.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved