Breaking News:

Berita Banyuwangi

Erupsi Gunung Raung, Masyarakat Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Cegah Sebaran Debu Vulkanik

Masyarakat Banyuwangi diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah untuk menghindari sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Raung.

Dok PVMBG
erupsi Gunung Raung di wilayah Kabupaten Banyuwangi, Senin (8/1/2021). 

“Inilah yang berbahaya. Kalau masuk ke mata kita, dan mengenai kornea, bisa menimbulkan luka goresan di kornea kita. Ini bisa menyebabkan penglihatan kabur,” ujar Rio.

Gubernur Khofifah Dorong Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Bangkalan Dilakukan Pekan ini

“Oleh karenanya, bila terlanjur abu vulkanik masuk ke mata, jangan langsung dikucek," katanya.

"Tapi, langsung bersihkan dengan air yang mengalir. Kalau memungkinkan dengan boor water,” imbuhnya.

Bahaya lainnya dari debu vulkanik adalah gangguan pernapasan – ISPA.

Menghirup abu vulkanik dapat merusak kesehatan manusia, karena aerosol berbahaya dan gas beracun yang membentuk abu dapat mengiritasi paru-paru.

Gejala pernapasan (jangka pendek) yang dirasakan adalah hidung beringus, sakit tenggorokan/batuk, sesak napas, hingga asma bisa kambuh

“ISPA ini yang biasanya banyak ditemui saat terjadi erupsi gunung. Bila mengalami sesak nafas, segera ke layanan kesehatan terdekat. Agar segera mendapat pertolongan awal,” jelas Rio.

Seperti diketahui, sejak Kamis, 21 Januari 2021 Gunung Raung erupsi.

Status gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso ini, naik satu level dari normal (level I) menjadi waspada (level II).

Atas dasar itulah, Rio mengimbau masyarakat Banyuwangi tetap berada di dalam rumah untuk mengurangi resiko terpapar debu vulkanis letusan Gunung Raung yang kini kian meluas penyebarannya.

Halaman
123
Penulis: Haorrahman Dwi Saputra
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved