Breaking News:

Berita Malang

Sutiaji Ingin PPKM Mikro di Kota Malang Tak Berakhir hingga 22 Februari 2021: Sampai Pandemi Selesai

Sutiaji menginginkan agar penerapan PPKM mikro di Kota Malang tidak hanya berlaku sampai 22 Februari 2021 mendatang.

TRIBUNMADURA.COM/M RIFKY EDGAR
Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui awak media di Balai Kota Malang, Selasa (15/9/2020). 

Reporter: Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji berencana akan menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) skala mikro sampai pandemi Covid-19 benar-benar selesai.

Dengan rencana itu, Sutiaji menginginkan agar penerapan PPKM mikro di Kota Malang tidak hanya berlaku sampai 22 Februari 2021 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Sutiaji karena dia mengaku tidak tahu apa yang nanti akan terjadi setelah dua pekan penerapan PPKM mikro di Kota Malang ini berlangsung.

Dua Pria Merintih Dihajar Massa di Surabaya, Diikat dan Ditendang Ramai-Ramai setelah Tertangkap

Aturan Penerapan PPKM Mikro di Kabupaten Trenggalek, Jam Malam Tingkat RT hingga Karantina Wilayah

Jaka Jatim Ancam Kembali Geruduk Kejari Jika Belum Ada Nama Tersangka Dugaan Korupsi Mobil Sigap

"Saya memang meminta kepada pusat agar PPKM Mikro ini diberlakukan secara nasional dan sampai batas waktu yang belum ditentukan, sampai pandemi ini selesai," ucapnya, Selasa (9/2/2021).

Penerapan PPKM mikro secara terus-menerus ini diharapkan olehnya agar menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat.

Masyarakat bisa teredukasi secara mandiri melalui sosialisasi yang terus dilakukan berkaitan dengan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

"Karena kita gak tau Covid-19 saat ini sampai kapan keberlangsungannya," kata dia.

"Gak ada batasnya 14 hari dan seterusnya. Apa bisa menjamin itu? Maka ini hrs terus menerus dilakukan agar masyarakat disiplin," ucapnya.

Dengan terus melaksanakan PPKM mikro ini, Sutiaji berharap, nantinya dalam menurunkan angka kematian pasien Covid-19. Serta menurunkan transmisi penularan Covid-19.

Nasib Penjaga Warkop di Surabaya Kena Gendam Pelanggan, Satu Laptop Korban Raib Dibawa Kabur

Wakil Presiden Maruf Amin Tunggu Keputusan Tim Kedokteran Presiden soal Disuntik Vaksin Covid-19

"Kalau bisa rate of transmision (ROT) kita di bawa nol koma. Tapi ini tidak bisa dipertahankan kalau masyarakat nanti masih euforia dan melupakan Covid-19," ungkapnya.

"Maka dari itu PPKM menurut kami harusnya secara nasional, dan batas waktunya sampai Covid-19 pandemi selesai," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved