Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER: Lulusan SD Disetubuhi Pria Beristri hingga 1.045 Nakes Gagal Divaksin

Berita Madura terpopuler edisi Kamis 11 Februari 2021 hari ini yang dirangkum TribunMadura.com diawali dengan kasus kekerasan seksual pada anak.

Kolase freepik.com dan TribunMadura.com
Berita Madura terpopuler edisi Kamis 11 Februari 2021 hari ini 

Desa-desa tersebut akan dilihat berdasarkan potensi yang dimiliki.

Hal ini merupakan upaya meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat desa di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang, Marnilem mengatakan, dalam pengelolaan desa wisata harus dilakukan oleh masyarakat setempat, seperti kelompok Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Konsep wisata wisata ini merupakan berbasis masyarakat, sehingga sebisa mungkin pengelolanya adalah masyarakat dan hasilnya kembali kepada masyarakat.

Tiga desa yang akan dikembangkan adalah Kampung Melon Napote di Kecamatan Sokobanah, Desa Adat Napo di Kecamatan Omben dan Desa Marparan di Kecamatan Sreseh. 

"Untuk desa adat napo itu sudah ada berapa yang dibentuk seperti tanean lanjeng, dan tradisi tradisional yang ada di desa itu sendiri," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (10/2/2021).

Adapun peran dari pemerintah daerah yakni, membantu pembangunan berupa kapasitas Sumber Daya Manusianya (SDM). 

Sehingga, untuk tiga desa yang masuk perioritas desa wisata hingga saat ini masih tahap pengembangan atau pendampingan.

"Para pengelola desa wisata itu masuk pada lembaga wisata, agar pengelolaannya lebih maksimal," terangnya.

Lebih lanjut, pembangunan sarana prasarana desa wisata tidak bisa dilakukan oleh pemerintah daerah karena berkaitan dengan aset tanah.

"Bisa dilakukan oleh pemerintah daerah, namun harus berdasarkan perjanjian, sehingga bisa diajukan ke pemerintah pusat untuk pembangunan sarana prasarana di desa wisata," pungkasnya.

3. 1.045 Tenaga Kesehatan di Bangkalan Gagal Divaksin

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menyuntikan vaksin Covid-10 dosis kedua kepada Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron di Pendapa Agung, Rabu (10/2/2021).
Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo menyuntikan vaksin Covid-10 dosis kedua kepada Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron di Pendapa Agung, Rabu (10/2/2021). (TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL)

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dosis kedua dengan sasaran unsur Forkopimda Kabupaten Bangkalan digelar di Pendapa Agung Bangkalan, Rabu (10/2/2021).

Bupati Bangkalan RK Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) mengungkapkan, alokasi vaksin Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tahap pertama sebanyak 6.320 vial atau ampul dengan sasaran sebanyak 3.160 tenaga kesehatan.

Hingga 9 Februari 2021 kemarin, lanjut Ra Latif, vaksinasi Covid-19 di Bangkalan telah dilakukan kepada 2.804 orang atau mencapai 88,7 persen dari sasaran.

"Tertunda sebanyak orang dan gagal vaksin sejumlah 1.045 orang. Di antaranya karena komorbit atau penyakit bawa'an, sudah pernah positif Covid-19, dan hamil," ungkapnya.

Kepada masyarakat, Ra Latif menyampaikan bahwa dirinya beserta unsur Forkopimda Bangkalan tidak merasakan gejala efek samping seperti yang beredar di media sosial.

"Tidak ada demam ataupun pusing setelah melewati 30 menit masa observasi. Halal dan aman," jelasnya.

Ra Latit mendapat giliran pertama pemberian vaksin dosis kedua produksi Sinovac Biotech, China itu.

Dilanjutkan Komandan Kodim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, Komandan Lanal Batuporon Letkol Laut (P) Dodi Hermanto, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkalan Emanuel Ahmad, Ketua Pengadilan Negeri Bangkalan Maskur Hidayat, Ketua Pengadilan Agama Farhanuddin.

Kapolres Bangkalan AKBP Didik Heriyanto yang hadir tidak termasuk penerima vaksin karena ia pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Untuk Ketua DPRD (Muhamad Fahad) belum hadir karena masih ada kegiatan. Tapi akan tetap divaksin dosis kedua," pungkas Ra Latif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, khasiat dari vaksin dosis kedua tersebut tidak jauh berbeda dengan vaksin dosis pertama.

"Ibarat kalau kita makan dalam satu hari, pagi kan sudah kenyang. Sore pasti makan lagi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, kekebalan tubuh terbentuk manakala vaksin masuk ke tubuh dan direspon tubuh sebagai tambahan anti bodi.

Vaksin kedua inilah, lanjutnya, sebagai booster untuk menguatkan sehingga membentuk kekebalan dalam tubuh.

"Besok, ini reaksinya sudh begitu kuat. Untuk kekuatan sistem imun," jelasnya.

Ia menambahkan, vaksinasi dosis kedua bagi para tenaga kesehatan akan digelar mulai besok, Kamis (11/2/2021).

Namun hari ini, lanjut mantan Kepala Puskesmas Blega itu, proses finishing vaksinasi kepada tenaga kesehatan yang belum ter-cover akan dipusatkan di Kantor Dinkes Bangkalan.

"Sekitar 100 tenaga kesehatan hari ini divaksin. Kemarin hasilnya kan masih 88,7 persen," pungkasnya. (edo/ahmad faisol)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved