Breaking News:

Madura United

PSSI Belum Kantongi Izin Polri, Pelatih Madura United Berharap Faktor-faktor Ini Jadi Pertimbangan

Menurut Rahmad Darmawan, saat ini usia-usia atlet sepak bola di semua negara, praktis semuanya bisa survive dan belum ada korban dari pandemi Covid-19

Instagram/maduraunited.fc
Rahmad Darmawan dan Rasiman saat memimpin latihan Madura United 

Reporter: Khairul Amin l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM - Hingga saat ini PSSI belum mengantongi izin dari Polri untuk menggelar kompetisi yang ditangguhkan sejak bulan Maret 2020 tahun lalu.

Bahkan, pertemuan terakhir yang melibatkan Polri, Ketum PSSI Mochamad Iriawan, Ketum KONI Pusat Marciano Norman, Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita dan Satgas Covid-19, Rabu (10/2/2021) kemarin, juga belum membuahkan hasil konkret.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan (RD) ikut menanggapi situasi ini. 

Mantan pelatih timnas U-23 itu berpendapat, selain membahas faktor penerapan protokol kesehatan ketat.

Baca juga: BEGAL SADIS LUMAJANG yang Lukai Korbannya Pakai Celurit Ditembak Polisi, Satu Pelaku Perempuan Buron

Baca juga: Hari Ini Indomaret Diskon Gede-gedean Menyambut Valentine, Serbu Promo SilverQueen Beli 2 Gratis 1

Baca juga: Jadwal Acara TV RCTI dan SCTV Kamis 11 Februari 2021: Jangan Lewatkan Ikatan Cinta dan Penakluk Hati

Baca juga: Kasus Mobil Goyang dan Perselingkuhan, Oknum ASN di Sampang Masih Bekerja dan Bakal Diberi Sanksi

Semua pihak juga harusnya melihat minimnya risiko sepak bola menjadi faktor penularan Covid-19 dibandingkan aktivitas lain yang saat ini sudah mulai bergeliat kembali.

"Pertama, kami berada di satu tempat dengan dibatasi hanya dengan sekian orang itu ada di dalam ruangan terbuka," kata Rahmad Darmawan saat dihubungi TribunMadura.com, Kamis (11/2/2021).

Menurut Rahmad Darmawan, saat ini usia-usia atlet sepak bola di semua negara, praktis semuanya bisa survive dan belum ada korban dari pandemi Covid-19.

"Kalau kita bandingkan dengan risiko profesi lain yang saat ini sudah mulai bergeliat, seperti kegiatan di pabrik, kegiatan di Mall dan pasar-pasar. Tentu risikonya lebih tinggi dibandingkan sepak bola," jelas pelatih asal Lampung itu.

Apalagi, sepak bola tidak hanya memiliki sisi hiburan, namun juga ada faktor ekonomi yang menjadi sendi penghidupan masyarakat.

"Sepakbola juga menghadirkan kehidupan ekonomi yang bisa melibatkan jumlah orang itu ratusan ribu kalau kita kaitkan dengan orang-orang yang secara langsung berprofesi sepak bola profesional, dan tentu keluarga dan orang-orang sekitarnya," jelas pelatih 54 tahun itu.

Untuk itu, ia berharap, faktor-faktor yang disebutkan tadi bisa menjadi pertimbangan pemangku kebijakan untuk menyegerakan izin kompetisi segera keluar dan sepak bola bisa kembali bergeliat.

Pasalnya, akibat tak kunjung ada izin, klub juga tidak bisa bertindak jauh melakukan langkah strategis pembentukan tim kembali.

"Tentu hal ini yang juga harus menjadi sebuah pertimbangan, semoga segera ada keputusan terbaik," pungkasnya.

Baca juga: Tak Hanya Gong Xi Fa Cai, Ini 40 Ucapan Tahun Baru Imlek 2021, Cocok Buat Caption & Status WhatsApp

Baca juga: Sebelum 18 Februari 2021! Dapatkan BLT UMKM Rp 2,4 Juta dan Cek eform.bri.co.id/bpum agar Cair Cepat

Baca juga: BREAKING NEWS - Mahasiswa IAIN Madura Kepung Kantor Rektor, Pertanyakan Pengadaan Mobil Kendaraan

Baca juga: Update Virus Corona di Ponorogo Hari ini Kamis 11 Februari 2021: 21 Kasus Baru dan 10 Pasien Sembuh

Penulis: Khairul Amin
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved