Breaking News:

Berita Pamekasan

Komunitas Ruang Kita Gelar Pelatihan Menulis Cerpen Bahasa Madura, Harap Bahasa Lokal Tetap Lestari

Bahasa Madura dinilai terus mengalami perubahan dari masa ke masa, ditandai dengan adanya kongres dan kesepakatan lainnya.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Zainal Abidin Hanafi, penulis kumpulan cerpen 'Èsarèpo Bèncong' dan novela 'Bâjing Tana' yang ditulis dalam Bahasa Madura saat memberikan materi tentang menulis cerpen berbahasa Madura di Kafe Jagad, Kabupaten Pamekasan, Jumat (12/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Komunitas Ruang Kita menggelar pelatihan menulis cerpen berbahasa Madura di Kafe Jagad, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (12/2/2021).

Pelatihan menulis Komunitas Ruang Kita itu mengusung tema 'Bercerita dengan Bahasa Ibu'.

Komunitas berbasis literasi tersebut mengundang Zainal Abidin Hanafi, penulis kumpulan cerpen Èsarèpo Bèncong dan novela Bâjing Tana yang ditulis dalam Bahasa Madura.

Pulang Beli Ayam Aduan, Erfan Kaget Diberhentikan Polisi, 1 Kesalahan Penting Berbuah Sanksi Sosial

Ketagihan Judi Online, Petugas Kebersihan di Surabaya Tega Gadaikan Motor Teman, Ini Modusnya

Warga Luar Kota yang Melintas di Sidoarjo Dirapid Test hingga 14 Februari 2021, Ini Lokasi Tesnya

Pada awal pembuka pelatihan, Zainal menyampaikan sekilas tentang sejarah dan perubahan ejaan Bahasa Madura.

Menurutnya, Bahasa Madura terus mengalami perubahan dari masa ke masa.

Fenomena itu ditandai dengan adanya kongres dan kesepakatan lainnya, dari pemangku kebijakan bahasa daerah.

Hal tersebut, kata di bisa dilihat dari tahun ke tahun dimulainya Kongres dan sesudahnya.

"Jadi sebenarnya pedoman ejaan Bahasa Madura ini bisa mengacu pada dua referensi..Yakni perubahan pada 1973 dan 2011. Tetapi kalau saya menggunakan yang 2011. Akan tetapi sejarah juga mencatat bahwa, di Pamekasan pernah ada pertemuan yang membahas tentang Bahasa Madura, yakni tahun 1988," terang Zainal.

Menurut Zainal, struktur menulis cerpen berbahasa Madura tidak jauh berbeda dengan struktur menulis cerpen berbahasa Indonesia.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved