Breaking News:

Virus Corona di Malang

Sejumlah Tenaga Kesehatan Alami Gejala Demam Setelah Disuntik Vaksin Sinovac di Kota Malang

Penyuntikan vaksinisasi Covid-19 tahap pertama di Kota Malang telah berjalan sekitar tiga minggu sejak pelaksanaan simbolis digelar 28 Januari 2021.

ISTIMEWA
Ilustrasi vaksin 

Reporter: Rifky Edgar l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Penyuntikan vaksinisasi Covid-19 tahap pertama di Kota Malang telah berjalan sekitar tiga minggu sejak pelaksanaan simbolis digelar pada 28 Januari 2021 lalu.

Sejak proses penyuntikan vaksin tersebut dilakukan, ternyata ada beberapa tenaga kesehatan mengalami gejala efek samping.

Gejalanya pun beragam, salah satunya ialah gejala demam ataupun alergi yang dirasakan oleh tenaga kesehatan, selaku prioritas awal penerima vaksin Covid-19 tahan pertama.

Baca juga: DAFTAR Lengkap Nama-nama Penumpang Kapal Motor Tenggelam di Perairan Sumenep, Angkut 17 Penumpang

Baca juga: Baru Berhubungan Intim, Pria Jember Gelap Mata Habisi Janda Muda Pakai Kerambit, Homestay Berdarah

Baca juga: 9 Shio Ini Diprediksi Paling Beruntung Sepanjang Hari Selasa 16 Februari 2021, Shio Tikus Termasuk?

Baca juga: Menuju Bangkalan Ramah Investasi, Bupati Ra Latif: Kami Akan Tindak Tegas Penghambat Investasi

"Efek sampingnya ada. Cuma gejala ringan saja dan kemudian hilang. Dan itu disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)," ucap plt Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni Senin (15/2).

Meski demikian, gejala tersebut kata perempuan yang akrab disapa Bu Win itu tidak berlangsung lama.

Gejala tersebut bisa hilang. Dan biasanya terjadi ketika sudah menjalani vaksinasi Covid-19.

"Kategorinya ringan. Sekarang sudah pada sembuh semua. Ya ini seperti anak-anak kalau demam ya dikasih obat penurun demam. Cuma seperti itu aja," ucapnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait dengan penolakan vaksin, sampai sejauh ini kata Bu Win belum ada kejadian di Kota Malang terkait dengan penolakan vaksin Covid-19.

Proses vaksinasi sampai sejauh ini berjalan lancar dan ditargetkan akan selesai pada akhir Februari 2021.

"Sampai sejauh ini kami belum mendapatkan laporan terkait penolakan vaksin Covid-19. Sejauh ini lancar dengan 13.540 sasaran nakes," tandasnya.

Baca juga: Dugaan Penyebab Tenggelamnya KM Berhasil II di Sumenep, Terjangan Hujan Deras hingga Angin Kencang

Baca juga: Simpan Narkoba di Rumah Sendiri, Pria 59 Tahun di Dasuk Sumenep Terancam Hukuman Empat Tahun Penjara

Baca juga: Para Bakal Calon Kepala Desa di Kecamatan Sepulu Bangkalan Terbantu Peter Sicora Pengadilan Negeri

Baca juga: Kapal Tenggelam di Perairan Sumenep, 3 Penumpang Hilang, Polisi: Korban Terbawa Arus ke Arah Timur

Penulis: Mohammad Rifky Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved