Breaking News:

Berita Pamekasan

Wacana Peta Pemekaran Wilayah Pamekasan: Kecamatan Pademawu Masuk Kota, Proppo Masuk Kabupaten

Pemekaran wilayah Pamekasan dapat diterapkan dengan membagi wilayah Kota Pamekasan dan Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Ketua Panitia Nasional Pembentukan Provinsi Madura, Ahmad Zain (kiri) saat memaparkan potensi yang dimiliki Pamekasan bila dimekarkan kepada Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (dua dari kiri) di aula Pendopo Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (17/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tim penyusun naskah akademik pemekaran Kabupaten Pamekasan yang diwacanakan akan dijadikan kota dan kabupaten telah melakukan pemetaan potensi yang dimiliki masing-masing calon wilayah yang akan dimekarkan.

Pengarah Penyusun Naskah Akademik Pemekaran Wilayah Pamekasan, Mohammad Kosim mengatakan, pemekaran wilayah Pamekasan dapat diterapkan dengan membagi wilayah Kota Pamekasan dan Kabupaten Pamekasan.

Kata dia, bila merujuk RTRW 2012-2032, SSWP dan perkembangan ekonomi serta kekhususan ekonomi dari masing-masing kecamatan, maka plot untuk Kota Pamekasan bisa meliputi lima kecamatan, yakni, Kecamatan Pamekasan, Pademawu, Larangan, Tlanakan, dan Galis.

Baca juga: Kabupaten Pamekasan Dinilai Penuhi Syarat Dimekarkan, Simak Rincian Kecamatan yang Akan Dipisah

Baca juga: Persiapan Pembentukan Provinsi Madura, Bupati Terima Naskah Akademik Pemekaran Kabupaten Pamekasan

Baca juga: Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Warga Sipil, Oknum PNS Sumenep Diberhentikan dari Jabatannya

Sementara, plot untuk Kabupaten Pamekasan meliputi delapan kecamatan yakni, Kecamatan Proppo, Waru, Kadur, Pasean, Batumarmar, Pegantenan, Pakong dan Palengaan.

Menurut dia, kondisi eksisting calon Kota Pamekasan memiliki luas wilayah 21.918 ha, sebanyak 81 kelurahan atau desa, 471 dusun, dengan jumlah penduduk 341.435 jiwa.

"Wilayah ini nantinya bisa dijadikan kawasan tambak garam, pusat perdagangan, usaha perikanan budidaya, sentra padi dan kawasan wisata," kata Mohammad Kosim kepada TribunMadura.com, Rabu (17/2/2021).

"Mulai dari Api Tak Kunjung Padam, Pantai Jumiang, situs makam Pangeran Ronggosukowati, Vihara Avalokitesvara, Makam Joko Tarub, dan Pantai Talang Siring," sambung dia.

Saran pria yang akrab disapa Kosim ini, Kecamatan Pamekasan bisa dijadikan sebagai pusat pemerintahan Kota Pamekasan.

Alasannya, karena sarana dan prasarana sudah mendukung, dan wilayah Kecamatan Pamekasan sebelumnya pernah menjadi Ibu Kota Kabupaten Pamekasan.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kempat dari kiri) saat menerima naskah akademik dari perwakilan Rektor Madura di aula Peringgitan Dalam Pendopo Mandhapa Aghung Pamekasan, Rabu (17/2/2021).
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kempat dari kiri) saat menerima naskah akademik dari perwakilan Rektor Madura di aula Peringgitan Dalam Pendopo Mandhapa Aghung Pamekasan, Rabu (17/2/2021). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Baca juga: Berkas Pemberian Dana Hibah Rp 500 Ribu Tiap RT di Kota Malang Disetujui, Sutiaji Siapkan Rp2 Miliar

Baca juga: Usulan Ulama Madura KH Syaikhona Kholil Dapat Gelar Pahlawan Nasional Telah Disetujui Mensos Risma

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved