Breaking News:

Berita Malang

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar Nyatakan Dukung Usulan Syaikhona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

Ketua PWNU Jatim menyatakan dukungannya pada gelar pahlawan nasional bagi KH Syaikhona Muhammad Kholil.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron saat berkunjung ke rumah Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang, KH Marzuki Mustamar, Rabu (17/2/2021). 

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar Dukung Usulan Syaikhona Cholil Jadi Pahlawan Nasional

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron berkunjung secara pribadi ke Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Dusun Gasek Karang Besuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, KH Marzuki Mustamar, yang juga Ketua PWNU Jatim, Rabu (17/2/2021).

KH Marzuki Mustamar selaku pengasuh pondok Pesantren Sabilur Rosyad sangat mendukung penuh gelar pahlawan nasional bagi KH Syaikhona Muhammad Kholil karena memang beliau lah merupakan penentu lahirnya jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU).

KH Syaikhona Muhammad Kholil juga disebut menjadi embrio lahirnya pergerakan nasional dan nasionalisme di kalangan pesantren.

Baca juga: Meski Jadi Miliarder Baru, Warga Desa Sumurgeneng Tuban Tetap Bertani, Tak Sungkan Jemur Jagung

Baca juga: Usulan Ulama Madura KH Syaikhona Kholil Dapat Gelar Pahlawan Nasional Telah Disetujui Mensos Risma

Baca juga: Sejumlah Warung di Kawasan Payung Kota Batu Dikosongkan, Pedagang Diimbau Tak Beraktivitas Sementara

KH Marzuki yang juga Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim mengatakan seluruh warga NU se Indonesia juga harus mendukung Mbah Kholil menjadi Pahlawan Nasional.

“Insyaallah secara resmi PWNU Jatim juga akan mengeluarkan surat dukungan agar Syaikhona Muhammad Cholil Bangkalan mendapatkan gelar pahlawan Nasional,” ujarnya.

“Syaikhona Kholil merupakan banyak mencetak guru di seluruh pelosok tanah air Indonesia , Mbah Kholil adalah gurunya para Kiai se Jawa dan Madura bahkan seluruh Indonesia," kata dia.

"Di antara murid-muridnya juga pendiri NU seperti KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), KH Abdul Wahab Hasbullah (Jombang), KH Bisri Syamsuri (Jombang), KHR. As’ad Syamsul Arifin (Situbondo) dan masih banyak lagi kiai besar adalah murid mbah Kholil,” ungkapnya.

Ditambahkan Ra Latif, adanya dukungan dari seluruh lapisan masyarakat terutama pengasuh Pondok Pesantren seluruh Indonesia, tokoh masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat Bangkalan Madura yang ada di Kota Malang untuk pengusulan gelar pahlawan bagi KH Syaikhona Muhammad Kholil atau Syekh Kholil ulama kharismatik dari Pulau Madura.

Baca juga: Penghuni Apartemen di Surabaya Protes, Minta Penundaan Iuran hingga Kabar Sewa Kamar Isolasi Mandiri

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari ini, Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang 3 Hari ke Depan

Sebagai tokoh agama, Syekh Kholil Bangkalan dianggap memiliki sumbangsih yang besar dalam mencerdaskan bangsa.

“Kami berterima kasih atas sambutan dari pihak Pesantren Sabilur Rosyad terutama dari pengasuh KH Marzuki Mustamar, untuk mendapat dukungan bagi Syekh Kholil mendapat gelar pahlawan nasional,” ujar Ra Latif.

Ra Latif yang juga Cicit Syaikona Kholil ini mengatakan bahwa pihaknya sebagai pemerintah mendukung pemberian gelar pahlawan bagi ulama yang juga guru dari pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari ini, dengan pertimbangan, agar nantinya generasi penerus bangsa dapat tetap mengenal dan meneladani tokoh yang juga akrab disebut Mbah Kholil Bangkalan tersebut.

“Kami mengharap dukungan dari semua lapisan masyarakat di Indonesia dan sekali lagi ini adalah ikhtiar kami bersama semoga dapat barokah dari beliau,” lanjutnya.

Bupati Bangkalan yang berusia 38 tahun ini, mengaku bersyukur karena usulan gelar kepahlawanan bagi Syaikhona KH Muhammad Cholil Bangkalan, Madura didukung oleh tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur KH Marzuki Mustamar.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved