Breaking News

Kisah Menantu Berbuat Nekat ke Mertua saat Pisah Ranjang Istri, Rintihan Ganjil Terdengar dari Kamar

kisah menantu berbuat nekat ke mertua saat tengah pisah ranjang dengan istri, tiba-tiba rintihan ganjil terdengar dari kamar si ibu mertua.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Mujib Anwar
www.sundaystandard.info
ilustrasi - inilah kisah menantu berbuat nekat ke mertua saat tengah pisah ranjang dengan istri, tiba-tiba rintihan ganjil terdengar dari kamar si ibu mertua. 

TRIBUNMADURA.COM - Kisah menantu berbuat nekat ke mertua saat tengah pisah ranjang dengan istri.

Saat itulah tiba-tiba rintihan ganjil terdengar dari kamar si ibu mertua.

Tragedi memilukan di malam hari terjadi dan membuat geger warga hingga berujung turun tangannya aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sri Astutik (51), warga Desa Medang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, kaget saat tahu menantunya, Imam Priyanto (37) tiba-tiba masuk ke kamarnya.

Imam Priyanto diam-diam menyelinap masuk ke kamar ibu mertuanya yang saat itu sedang tertidur.

Tak lama setelah sang menantu masuk, terdengar suara aneh rintihan dari sang ibu mertua.

Suara rintihan itu terdengar oleh anak Sri Astutik, Khoirunnisak.

Kebetulan, kamar Khoirunnisak dan Sri Astutik bersebelahan.

Pelaku Imam Priyanto sejatinya sudah lama pisah ranjang dengan istrinya, Eka Murtiningsih.

Eka Murtiningsih meninggalkan suaminya di kampung dan kini bekerja di Jakarta.

Setelah ditinggal kerja istri, Imam Priyanto menetap di Sidoarjo.

Malam itu, Imam Priyanto datang ke rumah mertuanya di Lamongan.

Padahal, sudah lama tidak ada komunikasi, baik korban maupun pelaku.

Di sana, pelaku langsung masuk kamar korban dan melakukan pembacokan.

Tanpa diketahui siapa pun, menantu itu dengan membabi buta membacok mertunya, tepat mengenai muka, bahu, tangan dan perut korban.

Suara yang mencurigakan dari kamar korban, terdengar oleh Khoirunnisak yang tidur di kamar sebelah.

Penasaran dengan suara ganjil dari kamar ibunya, ia kemudian bangun dari tidur.

Ia lantas bertandang menuju kamar korban.

Begitu sampai di pintu kamar ibunya, saksi berpapasan dengan pelaku.

Pelaku kalap, menyerang saksi Khoirunnisak sembari kabur meninggalkan lokasi kejadian.

Untungnya, saksi tidak sampai terluka parah dan bisa menolong ibunya.

Khoirunnisak mengenali pasti kalau pelaku yang menganiaya ibunya adalah kakak iparnya, Imam Priyanto.

Saksi kemudian meminta bantuan tetangganya untuk membawa ke rumah sakit dengan luka yang begitu parah.

"Terduga pelaku masih kita kejar, dan identitasnya jelas sudah diketahu. Terduga kan menantunya," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP David Manurung kepada TribunMadura.com grup, Jumat (19/2/2021).

David belum bisa memastikan apa motif pelaku sampai nekad menganiaya korban.

Sementara korbannya belum bisa dimintai keterangan, karena masih dalam perawatan di RSUD dr Soegiri.

"Kan korbannya baru selesai dioperasi. Dan masih dirawat di rumah sakit. Jadi belum bisa dimintai keterangan," katanya.

Menurut David, terduga masih dalam pengejaran.

Ia berharap, terduga menyerahkan diri karena identitas sudah pasti dikenali.(Hanif Manshuri)

Takut diracun anak bacok ayah sendiri 

Sementara itu, warga Desa Kertosono, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, digegerkan dengan aksi anak bacok ayah kandung, Senin (15/2/2021).

Fera Setyadi (27), warga setempat nekat membacok bapak kandungnya di rumahnya.

Ternyata, pelaku selama ini dikenal punya riwayat gangguan jiwa.

Menurut Kapolsek Panggul, AKP Budi Hartoyo, Fera pernah menjalani perawatan akibat gangguan jiwa yang ia alami.

Pelaku juga pernah dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

“Tapi untuk memastikan apakah saat melakukan aksinya, pelaku dalam kondisi sadar atau tidak, masih perlu pemeriksaan lebih lanjut,” kata Budi, Senin (15/2/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak di Kabupaten Trenggalek membacok bapak kandungnya hingga tewas, Senin (15/2/2021).

Kejadian memilukan itu terjadi di Desa Kertosono, Kecamatan Panggul.

Sang anak bernama Fera Setyadi (27) tega membacok bapak kandungnya, Wajib (50), hanya karena masalah makan sahur.

Budi menjelaskan, sang anak awalnya sedang makan sahur di rumahnya.

Namun, Fera merasa makanan yang dibuatkan orang tuanya terasa asin.

Entah mengapa, ia kemudian curiga bahwa sang orang tua hendak meracun.

“Pelaku merasa mau diracun,” kata Budi, Senin (15/2/2021).

Pelaku kemudian mendatangi kerabatnya dan mengajaknya ke rumah.

Usai kembali ke rumah, terang Budi, pelaku mondar-mandir menggerutu sambil memegang sabit, pisau, dan palu.

“Kemudian tiba-tiba pelaku menghampiri korban yang saat itu sedang berjalan di depan pelaku, dan memukuli korban, kemudian membacok dengan menggunakan sabit,” ujar Kapolsek.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB.

Bacokan itu mengenai kepala bagian belakang-kanan hingga korban jatuh tersungkur tepat di jalan depan rumah.

“Kemudian ada saksi mencoba melerai. Namun saksi juga dipukul oleh pelaku mengenai mata dan leher. Sehingga saksi melarikan diri,” sambungnya.

Usai kejadian naas itu, pelaku bersembunyi di dalam rumah.

Petugas kepolisian yang menerima informasi dua jam kemudian langsung berangkat ke lokasi dan menangkap korban.

Penangkapan anggota polsek dan koramil setempat. Pelaku kemudian diamankan di Mapolsek untuk diperiksa lebih lanjut.

Dari tempat kejadian perkara, polisi menemukan barang bukti sabut dengan bercak darah, ganggang kayu, pisau, dan palu. 

Akhirnya, Imam Priyanto si menantu berbuat nekat ke mertua saat tengah pisah ranjang dengan istri harus menerima buah dari perbuatannya.

(Hanif Manshuri/Aflahul Abidin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved