Berita Pamekasan

Rektor IAIN Madura Sampaikan Alih Status Jadi UIN Madura ke Bupati, Minta Dukungan Perluasan Lahan

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura meminta dukungan perluasan lahan kampus kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim saat memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus DEMA IAIN Madura di Gedung Auditorium IAIN Madura, Senin (22/2/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura meminta dukungan perluasan lahan kampus kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

Tujuan akan dilakukannya perluasan lahan kampus ini untuk mewujudkan rencana alih status IAIN Madura menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

Rektor IAIN Madura, Mohammad Kosim mengaku sudah bertemu dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam untuk meminta dukungan perihal perluasan kampus IAIN Madura.

Baca juga: TERKUAK! Kabarnya Nissa dan Ayus Sabyan Kerap Minta Kamar Sebelahan, Ayah Singgung Soal Gelagat Aneh

Baca juga: CEO Batik KaDe Mantap Promosikan Batik Pamekasan, Ikuti Parade Show Svarga Duet dengan Nico Talalu

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Selasa 23 Februari 2021, Aquarius Menuju Pernikahan, Gemini Sibuk dengan Ponsel

Baca juga: Besok Selasa 23 Februari 2021, Ada 5 Shio Diramalkan Dapat Ancaman Beruntung, Shio Kelinci Termasuk?

Kata dia, luas lahan yang dimiliki IAIN Madura saat ini hanya 5,3 hektar saja.

Sedangkan persyaratan untuk alih status menjadi UIN Madura, harus memiliki lahan seluas 10 hektar. 

"Semua persyaratan sudah terpenuhi, kecuali mengenai luas lahan masih belum terpenuhi," kata Mohammad Kosim saat memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus DEMA IAIN Madura di Gedung Auditorium IAIN Madura, Senin (22/2/2021).

Rektor yang akrab disapa Kosim itu juga menjelaskan, saat ini IAIN Madura memiliki mahasiswa sekitar 10 ribu. 

Jumlah mahasiswa sebanyak itu berasal dari berbagai kabupaten dan daerah

Meliputi, Pamekasan, Sampang, Sumenep, Jawa, Papua dan Kalimantan.

Sedangkan, program studi yang dimiliki IAIN Madura sebanyak 20 disiplin ilmu.

Di antaranya, 17 program studi Sarjana, dan 3 program studi S2.

"Setiap tahun pendaftar yang ingin masuk IAIN Madura sangat luar biasa. Tapi lebih banyak yang tidak diterima ketimbang yang diterima," ungkap Kosim.

Menurut Kosim, alasan IAIN Madura lebih banyak tidak menerima mahasiswa baru karena keterbatasan jumlah ruang kelas.

Kata dia, penyebab ruang kelas itu terbatas lantaran lahan yang dimiliki IAIN Madura juga terbatas.

"Makanya beberapa waktu lalu kami melakukan silaturrahmi dengan Bupati Pamekasan untuk membicarakan perihal prosedur perluasan lahan kampus," ujar Kosim.

"Siapa tahu nanti proses perluasan lahan ini dibantu Pemkab Pamekasan bisa lebih mudah agar IAIN Madura bisa beralih status menjadi UIN Madura," harapnya.

Baca juga: Program Desa Pintar di Sampang Tidak Berjalan Optimal, DPMD Sampang Janji Bertindak Tegas ke Rekanat

Baca juga: 2 Kurir Pil Koplo Jenis Y Ini Diciduk Polisi di Tepi Jalan Raya Sampang, Sembunyikan 99 Butir Pil

Baca juga: Nissa Sabyan Mati-Matian Bantah Tudingan Pelakor, Sang Ayah: Dia Berani Bersumpah Atas Nama Allah

Baca juga: Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz Serahkan 11 Sertifikat Rumah di Perumahan Griya Bhayangkara

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved