Berita Blitar

Gaji Tenaga Outsourcing Disperdagin Kota Blitar Belum Dibayar 2 Bulan, Komisi II Minta Klarifikasi

Gaji tenaga outsourcing Disperdagin Kota Blitar pada Januari-Februari 2021 disebut belum dibayarkan.

kontan.co.id
ilustrasi - gaji tenaga outsourcing Disperdagin Kota Blitar belum dibayar 

Reporter: Samsul Hadi | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Tenaga outsourcing Disperdagin Kota Blitar dikabarkan belum digaji selama dua bulan.

Gaji tenaga outsourcing Disperdagin Kota Blitar pada Januari-Februari 2021 disebut belum dibayarkan.

Hal itu membuat Komisi II DPRD Kota Blitar mendatangi kantor Disperdagin Kota Blitar untuk mengklarifikasi kabar itu.

Baca juga: Momen Spesial, Sugiri Sancoko Dilantik sebagai Bupati Ponorogo Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Baca juga: Punya Ganja Sebesar Bola Pingpong, Pria asal Malang Ditangkap, Terancam Dipenjara 12 Tahun Lamanya

Baca juga: Sekelompok Muda Mudi Lumajang Joget TikTok di Traffic Light, Bikin Resah Warga, Polisi Buru Pelaku

Upaya Komisi II DPRD Kota Blitar mendatangi kantor Disperdagin Kota Blitar untuk bertemu dengan kepala dinasnya ternyata tidak membuahkan hasil.

Kepala Disperdagin Kota Blitar, Arianto tidak ada di kantor.

Komisi II DPRD Kota Blitar hanya ditemui sekretaris dan kepala bidang pasar.

Sedangkan sekretaris dan kepala bidang pasar tidak mengetahui data tenaga outsourcing di Disperdagin DPRD Kota Blitar .

"Mobil kepala dinas ada, tapi orangnya tidak di kantor," kata Ketua Komisi II DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, Kamis (25/2/2021).

"Sekretaris dan bidang pasar yang menemui juga tidak tahu datanya," sambung dia.

"Ini lucu, ini dinas pemerintahan apa perusahaan, kok data satu pintu di kepala dinas," lanjutnya.

Baca juga: Gelagat Aneh Pengendara Motor setelah Kecelakaan Terendus Polisi, Panik hingga Buka Paving Gang

Baca juga: Hingga Akhir Februari, Banyuwangi Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

Yohan mengatakan informasinya ada 50 tenaga outsourcing di Disperdagin yang sudah bekerja mulai Januari-Februari 2021 dan belum menerima gaji selama dua bulan itu.

Gaji para tenaga outsourcing itu masih secara swakelola oleh Disperdagin karena belum ada pemenang tender terkait pengadaan tenaga outsourcing di Disperdagin Kota Blitar.

"Kami sudah minta data ke Disperdagin, tapi sampai sekarang belum ada. Sekretaris dan bidang pasar juga sudah kami undang rapat di dewan, tapi mereka tidak bawa data," tuturnya.

"Lalu kami datang ke kantor Disperdagin dan tetap tidak dapat jawaban," ujar politikus Partai Gerindra itu.

Menurutnya, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lain di Pemkot Blitar sudah menyerahkan data tenaga outsourcing ke komisi II.

Malah, sebagian OPD, seperti di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sudah menyelesaikan tender pengadaan tenaga outsourcing.

"Kami tunggu dalam sepekan. Kalau Disperdagin tetap belum menyerahkan data outsourcing, kami akan buat rekomendasi," kata dia.

"Kalau perlu kami minta wali kota mengganti kepada dinasnya, karena tidak kooperatif," katanya. (sha)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved