Breaking News:

Berita Batu

Petugas Jukir di Kota Batu Wajib Ganti Rugi Apabila Ada Kendaraan yang Hilang, Simak Aturannya

Petugas juru parkir ( jukir) di Kota Batu diwajibkan mengganti rugi jika ada kendaraan yang hilang.

TRIBUNMADURA.COM/BENNI INDO
Jukir di Alun-alun Kota Batu merapikan barisan motor yang diparkir pada bagian barat, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Petugas juru parkir ( jukir) di Kota Batu diwajibkan mengganti rugi jika ada kendaraan yang hilang.

Hal itu sesuai dengan Perda No 3 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Pemungutan Retribusi Non - Tunai.

Dalam peraturan itu disebutkan, jukir di Kota Batu wajib ganti rugi sebanyak 20 persen dari nilai taksir kendaraan yang hilang.

Baca juga: Gelagat Aneh Pengendara Motor setelah Kecelakaan Terendus Polisi, Panik hingga Buka Paving Gang

Baca juga: Hingga Akhir Februari, Banyuwangi Diprediksi Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang

"Ya harus ganti 20 persen. Tukang parkirnya yang mengganti, bukan Dishub," kata Kepala Dinas Perhubungan Dishub Kota Batu, Imam Suryono, Kamis (25/2/2021).

Jika Dishub yang membayar denda, Imam khawatir akan dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Mereka bisa saja kerjasama dengan orang lain lalu mengklaim kehilangan kendaraan.

"Bukan dishubnya, nanti kalau Dishub, bisa kerjasama dia. Pura-pura hilan kendaraannya," paparnya.

Maka dari itu, Imam mengingatkan agar para Jukir bekerja profesional.

Setiap pelanggan yang datang wajib menerima karcis parkir. Kendaraan juga harus parkir di tempat yang telah disediakan.

Dishub Batu akan memulai program setor retribusi parkir non tunai. Imam mengatakan, pembayaran non tunai diterapkan antara juru parkir dengan Dishub.

Baca juga: Pulang Beli Ayam Aduan, Erfan Kaget Diberhentikan Polisi, 1 Kesalahan Penting Berbuah Sanksi Sosial

Para Jukir akan melaporkan pemasukan parkir melalui rekening Bank Jatim. Cara itu akan dimulai pada Maret 2021 mendatang.

Dikatakan Imam, itu adalah cara baru laporan retribusi.

Sebelumnya, Jukir melaporkan reteribusi secara manual ke Dishub Batu.

Cara manual dinilai kurang efektif dan memakan banyak waktu.

"Laporannya seminggu sekali. Jadi semua Jukir harus punya rekening dan saldo. Mereka langsung melaporkan ke Dishub lewat rekening," ujar Imam.

Melalui metode pembayaran non tunai itu, Dishub dapat menghitung presentase pembagian.

Pembagiannya 60 persen untuk Jukir dan 40 persen untuk Pemkot Kota Batu.

Imam juga meyakini cara itu bisa mengurangi potwnsi kebocoran retribusi.

"Sebagai birokrat, saya yakin bisa mengurangi. Perlu tahapan, setahap demi setahap untuk memperbaiki tatanan parkir," ujar Imam. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved