Breaking News:

Tebing Longsor di Pamekasan

Wasiat Santri Tewas Tertimpa Tebing Longsor di Pamekasan, 'Naik Kuda Hias', Sahami Menangis Histeris

Sahami, menangis histeris di lokasi tebing longsor yang menimbun asrama santriwati Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Bindang, Kabupaten Pamekasan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sahami (berkerudung biru) tampak menangis histeris sembari memegang bantal tidur milik keponakannya yang meninggal dunia tertimbun tanah longsor di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (25/2/2021). 
Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sahami, menangis histeris di lokasi tebing longsor yang menimbun asrama santriwati Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Kamis (25/2/2021).
Ia meneteskan air mata sembari memegang bantal tidur milik Nabila, keponakannya yang meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan bangunan asrama santriwati yang diterpa tebing longsor.
Pagi itu, Sahami datang ke Ponpes An-Nidhomiyah bersama Lastri (kakak korban) untuk mengemasi sisa-sisa pakaian almarhumah.
Sejumlah peralatan sekolah milik almarhumah yang masih tertinggal di reruntuhan bangunan asrama itu, juga ikut dikemasi.
Tampak, sejumlah pakaian milik almarhumah yang berlumur lumpur, dikemasi begitu rapi oleh keluarganya.
Saat mengemasi pakaian korban, Sahami sembari meracau.
Ia mengaku tak percaya peristiwa nahas ini akan menimpa keponakannya.
Sewaktu mengemasi pakaian milik almarhumah, Sahami sembari menuding ke arah longsoran tanah dan menyebut bahwa nyawa keponakannya masih melekat di reruntuhan bangunan asrama itu.
"Nabila ini anak kedua," kata Sahami sembari menyeka air matanya.
Pengakuan Sahami, tahun ini, Nabila baru lulus Madrasah Ibtidaiyah dan akan naik kelas VII MTS.
Menurut dia, sepekan lalu, keponakannya sempat mengutarakan keinginannya ke Ayahnya melalui pembicaraan video call 
Kata dia, almarhumah meminta ingin naik kuda hias dan diarak pakai musik Drumband setelah prosesi Imtihan nanti.
Namun, keinginan itu tak bisa diwujudkan.
Sebab, Nabila, menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu 24 Februari 2021 kemarin, lantaran tertimbun reruntuhan bangunan kamarnya dan tertutupi tanah longsor.
"Kemarin saat kejadian, orang tua korban masih ada di Jakarta, namun saat ini sudah ada di Sumenep dan masih shock," cerita Sahami.
Dengan raut wajah murung, Sahami bersama kakak korban terlihat kompak membopong sejumlah pakaian Nabila yang diwadahi karung.
Hingga ke luar lingkungan Ponpes An-Nidhomiyah, Sahami masih meracau tentang keponakannya yang meninggal dunia lantaran tertimbun tebing longsor.
Informasi tambahan, Nabila, merupakan santriwati berusia 12 tahun, warga Desa Sempong Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.
Ia masuk daftar salah satu korban yang tertimbun tanah longsor di Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Rabu (24/2/2021) kemarin.

 

Baca juga: Ditinggal Ibu Mengambil Nasi ke Dapur, Bayi Leli pun Hilang, Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Selokan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved