Breaking News:

Berita Pamekasan

Gubernur Khofifah Serahkan Santunan untuk Korban Longsor di Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Pamekasan

Gubernur Jawa Timur menyalurkan bantuan untuk Pondok Pesantren An-Nidhomiyah abupaten Pamekasan, setelah tertimbun tebing longsor, Kamis (25/2/2021).

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya datang menyalurkan bantuan untuk Ponpes An-Nidhomiyah Dusun Jepun, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, setelah tertimbun longsor, Kamis (25/2/2021) sore. 

Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu meninjau langsung kondisi kamar santri yang tertimbun longsoran tebing. Ia mengaku miris karena sejatinya tebing di atas kamar-kamar santri itu sampai sekarang masih digunakan untuk lintasan kendaraan. 

Lebih lanjut Khofifah meminta agar kondisi pondok pesantren ini dibersihkan dulu. Bangunan kamar santri yang rentan tertimbun longsor juga dikosongkan karena dinilai tidak aman dan berpotensi terjadi longsor susulan jika hujan intensitas tinggi kembali turun. 

"Ini pohon di sekitar bukan akar tunggang. Jadi tidak cukup kuat menahan tanah. Sehingga sangat rentan terjadi longsor," tandas Khofifah Indar Parawansa.

Saat ini sebanyak 50 santri putri telah dipulangkan juga. Sedangkan untuk santri putra sebanyak 53 orang juga sudah dipulangkan sementara, hanya 17 orang yang masih bertahan di pondok. 

Hal senada juga disampaikan oleh Plt Kalaksa BPBD Jawa Timur Yanuar Rachmadi mengatakan bahwa pengosongan di kawasan tebing dilakukan dengan radius 50 meter. Sehingga bangunan kamar santri yang ada di dekat longsoran sudah dikosongkan. 

"Hujan intensitas tinggi masih dimungkinkan terjadi, bahkan BMKG menyebut sampai Maret. Maka bangunan kamar santri yang ada di bawah tebing sudah tidak boleh ditempati. Yang roboh tidak boleh dibangun lagi, karena kontur tanahnya liat, jika kena hujan terus dia jenuh dan potensi longsor," tandas Yanuar. 

Selain itu ia juga mengatakan bahwa kejadian longsor yang menimbun kamar santri wati ini karena tembok yang ada tidak kuat menahan kekuatan tanah jenuh yang ditambah dengan air hujan yang intensitasnya tinggi. 

"Bangunan itu hanya dua tembok, sehingga tidak kuat menahan tonase yang begitu besar dari tanah dan juga ditambah hujan," tegasnya.

Baca juga: Wasiat Santri Tewas Tertimpa Tebing Longsor di Pamekasan, Naik Kuda Hias, Sahami Menangis Histeris

Baca juga: Puluhan Anggota Polres Sampang Menjalankan Tes Urine Mendadak, Ini Hasilnya

Baca juga: Fasilitas Wisata Pantai Lon Malang Rusak Diterjang Ombak Tinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Baca juga: Fasilitas Wisata Pantai Lon Malang Sampang Porak Poranda Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved