Berita Magetan

Tak Kunjung Pulang, Kakek Pikun Asal Magetan Ditemukan Tewas Bersandar di Jurang Sedalam 15 Meter

Warga Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Magetan digegerkan atas temuan mayat di dalam jurang yang tidak jauh dari desa, Kamis (25/2/2021).

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/DONI PRASETYO
Tim gabungan dan masyarakat mengevakuasi jenazah Miran (80), kakek pikun di jurang sedalam 15 meter di Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan. 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, MAGETAN - Warga Desa Ngaglik, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan digegerkan atas temuan mayat di dalam jurang sedalam 15 meteryang tidak jauh dari desa, Kamis (25/2/2021).

Kakek Miran (80) yang menderita pikun itu sudah hilang sejak Selasa 23 Februari 2021.

Proses evakuasi jenazah Miran (80) sempat mengalami kesulitan.

Pasalnya, jalan menuju tempat jenazah Miran ditemukan sangat sulit dijangkau,

Tim evakuasi dari Kepolisian, Medis, BPBD, dan masyarakat harus mencari jalan memutar relatif jauh.

Tidak hanya jauh, tapi lokasinya juga sulit.

Baca juga: Pelantikan 17 Kepala Daerah di Jatim Dibagi Jadi 3 Sesi, Sesi Pertama Digelar dengan Prokes Ketat

Baca juga: Nasib Akhir Bripka CS Mabuk Tembak Anggota TNI & Pegawai Kafe, Dipecat hingga Tak Dapat Uang Pensiun

Baca juga: Siapa Bripka CS? Inilah Profil Bripka Cornelius Siahaan, Tersangka Penembakan Anggota TNI di RM Cafe

Baca juga: Isu Selingkuh Bikin Geger, Nissa Sabyan Masih Bungkam, Ayus Minta Maaf, Adik Ririe Fairus Ya Kesal

Menurut Zamroni, cucu kandung Miran, sekaligus juga yang menemukan jenazah kakeknya itu, Miran pria uzur (pikun) diketahui meninggalkan rumah tiga hari lalu.

Hilangnya Miran, kakek uzur ini dikabarkan kepada tetangganya yang kemudian ikut mencari keberadaan Kakek Miran yang memang sudah uzur ini.

"Saya sudah mencari ditempat biasa Kakek Miran pergi dan duduk duduk. Tapi tidak saya temukan, juga para tetangga. Kemudian saya berusaha mencari Kakek Miran di sepanjang sungai ini sebelumnya," kata Zamroni.

Namun, tambah Zamroni, ketika mencoba mengulang menyusuri sepanjang sungai itu,  melihat sesosok tubuh bersandar didinding dasar sungai yang dalamnya dari tempat berdirinya sekitar 15 meter, namun medan menuju tempat itu sangat sulit.

"Setelah saya berusaha susah payah turun ke dasar sungai, ternyata sesosok orang yang saya lihat dari atas sungai, ternyata Kakek, namun sudah dalam kondisi meninggal, dan badannya sudah melempuh menghitam," kata Zamroni.

Melihat ini kemudian Zamroni melapor ke kantor desa, yang diteruskan ke Polisi, BPBD dan tenaga medis dari Puskesmas Parang untuk mengevakuasi dan otopsi luar jenazah Miran itu.

Sesuai keterangan Kapolsek Parang AKP Suyono, menyebutkan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan otopsi luar jenazah, Miran meninggal karena terpeleset dari atas tebing, karena dari tubuhnya hasil pemeriksaan tim medis ada patah tulang belakang, yang membuat pria uzur ini meninggal dunia.

"Setelah diketahui penyebab, korban (Miran) meninggal berdasarkan Olah TKP dan visum, jenazah kami evakuasi ke atas untuk diserahkan kepada keluarganya,"kata Kapolsek Suyono.

Kapolsek Parang Suyono, mengakui proses evakuasi jenazah sangat sulit, karena harus berjalan memutar sekitar dua kilometer untuk mencapai TKP jenazah Miran itu. Karena untuk turun dari atas langsung ke TKP jenazah sangat curam dan berbahaya.

Baca juga: Doa Hari Jumat Pagi yang Dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Tulisan Arab Latin dan Arti, Mudah Dibaca

Baca juga: 6 Shio Bernasib Mujur Jumat 26 Februari 2021: Anjing Puas dalam Cinta, Ayam Berpeluang Hasilkan Uang

Baca juga: Ramalan Zodiak Terlengkap Jumat 26 Februari 2021, Gemini akan Bosan, Taurus Terjebak Dalam Kemalasan

Baca juga: Ibu dan Anak 8 Tahun Tewas Terjebak di Dalam saat Kebakaran Menghanguskan Rumah Mereka di Surabaya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved