Breaking News:

Berita Pamekasan

Dirut PT Garam Ahmad Hardianto Kunjungi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Pendopo, Ini yang Dibahas

Bupati Pamekasan kedatangan Direktur Utama PT Garam Persero, Ahmad Hardianto. Ini yang dibahas.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam (kiri) saat melihat hasil produksi garam yang diperlihatkan oleh Direktur Utama PT. Garam Persero, Ahmad Hardianto di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (2/3/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - PT Garam Persero bersilaturrahmi dengan Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam di Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Selasa (2/3/2021).

Pada pertemuan itu, Bupati Pamekasan didampingi sekretaris daerah (Sekda), badan perencanaan dan pembangunan daerah (Bappeda), bagian perekonomian, dan asisten pemerintahan.

Baca juga: Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Malang Masih Wacana, Lahan di Singosari Disiapkan

Baca juga: Reses ke Sumenep, Anggota DPRD Jatim Disambati Warga soal Transparansi Bantuan Bidang Pendidikan

Baca juga: Inilah Bahaya Miras bagi Tubuh Manusia, Kenali Juga 15 Penyakit Akibat Mengonsumsi Minuman Alkohol

Direktur Utama PT Garam Persero, Ahmad Hardianto mengatakan, kedatangannya ke Pamekasan sebatas bersilaturrahmi saja dengan Bupati Baddrut Tamam dan jajaran Pemkab Pamekasan untuk memperkenalkan jajaran direksi dan pejabat baru di instansinya lainnya.

"Kita ini laporan bagaimana kondisi PT Garam dan bagaimana ke depannya bahwa PT Garam itu dipesankan tiga hal oleh menteri BUMN," kata Ahmad Hardianto.

"Pertama, membangun ekosistem garam nasional, kedua menjaga aset PT Garam, dan ketiga mentransformasi PT Garam agar lebih maju lagi," tambahnya.

Menurutnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyambut gembira kedatangan rombongannya.

Pesan yang paling penting dari orang nomor satu di bumi gerbang salam tersebut, yaitu memperbaiki harga garam rakyat.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyampaikan, tugas utama PT Garam mampu mensejahterakan masyarakat dengan produksi yang dihasilkan.

Sehingga tidak ada lagi keluhan petani akibat hasil panennya merugi.

Baca juga: Dalam Sepekan, Tim Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris di Kabupaten Malang, Terbaru di Pakis

Baca juga: Simak Gejala-Gejala Long Covid, Pasien yang Sembuh Masih Rasakan Dampak Jangka Panjang Covid-19

Bupati yang akrab disapa Ra Baddrut itu mengungkapkan, petani atau petambak sejauh ini tidak bisa menggantungkan nasibnya kepada garam.

Akibatnya, tak jarang ditemui tambak garam milik petani dijual hanya untuk kepentingan daftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan kepentingan ekonomi lainnya.

"Kalau tambak garam itu mensejahterakan, tidak mungkin kan tambaknya dijual untuk daftar PNS. Ini fakta di masyarakat," tegasnya.

Dia berharap PT Garam bisa berkomunikasi secara baik dengan petani garam agar masalah yang dihadapi dapat terpecahkan sesuai harapan bersama.

Sebab, kata dia, komunikasi menjadi salah satu modal kesuksesan.

Baca juga: Bermandikan Darah, Pemuda Surabaya Ditemukan Tewas, Sempat Terima Tamu Wanita Sebelum Kematiannya

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved