Breaking News:

Berita Malang

Jokowi Cabut Perpres Legalisasi Investasi Miras, Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Malang Menanggapi

Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang angkat bicara mengenai Presiden Jokowi terkait Perpres legalisasi investasi miras.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang, Mohammad Bisri saat ditemui, Selasa (2/3/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang, Mohammad Bisri angkat bicara mengenai Presiden Jokowi terkait Perpres Nomor 10 Tahun 2021.

Mohammad Bisri mengaku setuju dan mendukung keputusan Presiden Jokowi dalam mencabut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 yang membahas soal legalisasi investasi miras.

Menurut Mohammad Bisri, dari segi ilmu fiqih, sudah jelas Perpres legalisasi investasi miras itu lebih banyak mudharat atau kerugian dibandingkan keuntungannya.

Baca juga: Mengenal Kura-Kura Ambon, Hewan Kecil Menggemaskan yang Dipercaya Mampu Bawa Hoki dan Harapan

Baca juga: Bermandikan Darah, Pemuda Surabaya Ditemukan Tewas, Sempat Terima Tamu Wanita Sebelum Kematiannya

Baca juga: Zona Covid-19 Jatim: Tidak Ada Zona Merah di Jawa Timur, 16 Daerah Masuk Zona Kuning, Sisanya Oranye

Ia menyebut, tidak ada tawar menawar jika mengacu pada ajaran agama Islam soal miras.

Kata dia, dari segi ekonomi pemerintah, mungkin diuntungkan dengan investasi.

Tetapi dampak kerusakan mental dan akhlak generasi bangsa, lanjut dia, jauh lebih besar.

"Jika dilihat dari segi agama, ya banyak tidak baiknya. Karena hukum fiqih itu mempertimbangkan masyarakat mudharat," kata dia kepada TribunJatim.com ( grup TribunMadura.com ), Selasa (2/3/2021).

"Maslahatnya mungkin sisi ekonomi. Tetapi mudharatnya itu banyak, merusak mental, merusak sekitarnya, pasti banyak mudharatnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, selain taat kepada Allah SWT dan Rasulullah, ulama dan umat Islam diwajibkan juga taat kepada pemimpin seperti Presiden sepanjang arah kebijakan tidak mengajarkan kedzaliman.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved