Breaking News:

Virus Corona di Pamekasan

Keponakan Menko Polhukam RI Firman Syah Akui Penyakit Kantuk Hilang Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Tokoh masyarakat Madura, Firman Syah Ali sudah disuntik vaksin Sinovac di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (1/3/2021).

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Keponakan Menko Polhukam RI, Firman Syah Ali (Cak Firman) saat disuntik vaksin Sinovac di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (1/3/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tokoh masyarakat Madura, Firman Syah Ali sudah disuntik vaksin Sinovac di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (1/3/2021).

Setelah disuntik vaksin tersebut, pria yang akrab disapa Cak Firman ini mengaku jauh lebih bugar dan sehat daripada sebelumnya.

Kata dia, setelah disuntik vaksin, penyakit hipersomnia (mudah ngantuk) yang ia diderita, kini mulai hilang.

Baca juga: 10 Keutamaan Sholat Tahiyatul Masjid, Lengkap Tata Cara dan Bacaan Niatnya, Sebagai Penghapus Dosa

Baca juga: Jika Sulit Menahan Amarah, Amalkan Doa Singkat Ini Agar Dapat Kendalikan Diri dan Hati Lebih Tenang

Baca juga: Bupati Teken Komitmen Penyelenggaraan MPP, Bangkalan Bersemangat Menjadi Kabupaten Ramah Investasi

Baca juga: Gelagat Tak Wajar Terduga Teroris yang Dicokok Densus 88 Bojonegoro, Warga Ungkap Fakta Tak Terduga

"Dulu saya punya penyakit ngantukan alias hipersomnia, sedang nyetir mobil tertidur sehingga nabrak tiang listrik, sedang rapat tertidur, sedang ngaji tertidur, sedang ngopi bareng ya tertidur, pokoknya serba tertidur," kata Cak Firman kepada TribunMadura.com, Rabu (3/3/2021).

"Alhamdulillah sejak disuntik vaksin Covid-19 semua itu hilang, kini saya tidak suka tertidur lagi dalam aktivitas apapun," syukurnya.

Keponakan Mahfud MD ini, mengajak masyarakat Madura dan Indonesia untuk tidak takut dengan vaksinasi.

"Jangan mau ditakut-takuti dengan video-video hoaks tentang vaksinasi yang beredar di media video. Misalnya sehabis divaksin langsung kejang-kejang, sehabis divaksin langsung wafat, sehabis divaksin langsung pingsan berjamaah, bahan vaksin terdiri dari minyak babi dan sebagainya, tidak ada itu, semuanya hoaks murakkab, bikinan para dajjal," sergah Pengurus Harian PW LP Ma'arif NU Jawa Timur ini.

Menurut Cak Firman, hoaks tentang vaksinasi dibuat secara terstruktur, sistematis dan masif oleh kelompok tertentu yang tidak ingin NKRI ini terus berdiri kokoh.

Kata dia, para pencipta hoaks tersebut ingin mengganti NKRI dengan bentuk dan sistem baru yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, yang tujuannya ingin mengacaukan semua program pemerintah sebaik dan sebagus apapun. 

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved