Breaking News:

Berita Mojokerto

Sekongkol Jahat Pasangan Muda Aborsi di Rumah, Pakai Obat Pengugur Kandungan, Janin Dikubur di Tanah

Pasangan kekasih diamankan Anggota Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto Kota setelah terbukti melakukan menggugurkan kandungan atau aborsi.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
TribunMadura.com/Mohammad Romadoni dan Google.com
Ilustrasi aborsi dan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi saat menginterogasi tersangka yang melakukan praktik aborsi. 
Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Pasangan kekasih diamankan Anggota Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto Kota setelah terbukti melakukan menggugurkan kandungan atau tindakan aborsi.
Praktik aborsi dilakukan keduanya di Kota Mojokerto.
Kedua tersangka bernama DF (19) warga Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Sedangkan, tersangka wanita berinisial SG (19) warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Deddy Supriadi mengatakan terungkapnya kasus aborsi yang dilakukan oleh pasangan muda ini berawal dari kegiatan razia bersama Satpol PP di sebuah rumah kos kawasan Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, pada Jumat (5/2/2021) malam.
Petugas mendapati foto janin di aborsi dalam galeri Handphone yang dipegang tersangka DF. 
"Dilakukan penggeledahan Handphone yang dipegang tersangka DF di dalam kamar kos ternyata terdapat foto janin bayi hasil diaborsi dari pasangannya," ungkapnya, Rabu (3/3/2021).
Deddy menyebut kedua tersangka terbukti melakukan persekongkolan jahat dengan mengaborsi janin bayi hasil hubungan di luar nikah.
Mereka menggunakan obat aborsi yang dibeli melalui online untuk menggugurkan kandungan tersebut.
Adapun motif kejahatan aborsi dari pengakuan kedua tersangka karena mereka merasa malu karena diluar nikah dan takut dipecat dari pekerjaan di salah satu perusahaan.
"Kedua tersangka sepakat membeli obat aborsi untuk menggugurkan janin bayi melalui situs online senilai Rp.350 ribu," jelasnya.
Menurut dia, tersangka DF bertransaksi membeli obat aborsi melalui situs online dan diarahkan berkomunikasi melalui aplikasi Telegram yang dikirim memakai jasa ekspedisi.
Kemudian, tersangka SG mengonsumsi obat penggugur kandungan di dalam kamar rumah tersangka SG, pada Minggu (17/1/2021) malam.
Dia merasakan reaksi obat aborsi setelah 10 jam dikonsumsi mulai dari meriang, sakit di bagian perut yang kontraksi pengaruh obat.
Tidak lama, janin bayi itupun keluar dan ditampung oleh tersangka DF menggunakan ember.
"Diketahui usia janin bayi itu sekitar lima bulan jenis kelamin laki-laki," jelasnya.
Dikatakan Deddy, terangka DF membersihkan janin bayi menggunakan air hangat dan dimasukkan ke dalam wadah kendi.
Kemudian, dia menggali tanah untuk mengubur janin sedalam 30 sentimeter menggunakan alat sekop dan linggis.
Sedangkan, kedua orang tua tersangka tidak mengetahui perbuatan anaknya yang sudah menjalin hubungan asmara selama satu tahun.
"Berdasarkan fakta di lapangan perbuatan kedua tersangka dijerat Pasal 194 UU Nomor 36 Tahun 2019 tentang kesehatan yaitu setiap orang secara sengaja melakukan tindak pidana aborsi ancaman pidana selama 10 tahun penjara," ucap Deddy.
Pihak Kepolisian kini mengejar pelaku yang diduga menyediakan obat aborsi secara ilegal tersebut.
Anggota Unit PPA Polres Mojokerto juga telah melakukan rekonstruksi kasus aborsi yang dilakukan sebanyak 15 adegan.
"Hasil rekonstruksi nantinya untuk melengkapi berkas penyidikan dan tidak ada fakta baru semuanya sudah sesuai keterangan kedua tersangka yang selama penyidikan mereka kooperatif," terangnya.
Tersangka DF mengaku inisiatif menggugurkan kandungan karena malu hasil hubungan diluar nikah. Dia membeli obat aborsi melalui online yang dibayar via transfer rekening Bank BRI.
"Beli obat aborsi di online bayar melalui transfer," bebernya.
Tersangka SG mengatakan dia bersama pasangannya mencari informasi terkait aborsi di situs online yang diarahkan membeli obat menggugurkan kandungan.
Saat itu, dia mengkonsumsi lima butir obat penggugur kandungan.
"Ya saya menyesal melakukan perbuatan ini," tandasnya.
Seperti yang diberitakan, anggota Satreskrim Polres Mojokerto Kota menangkap sepasang kekasih yang diduga melakukan aborsi.
Kedua pelaku masih berusia belia yang bernama DF (19) warga Kelurahan/ Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Sedangkan, pelaku wanita yaitu SG (19) warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Mereka ditangkap lantaran melakukan aborsi yang dikandung pelaku SG dan dikubur di halaman rumahnya.
Hasil penyelidikan kedua tersangka mengaku perbuatanya sudah melakukan aborsi. Sedangkan, Handphone yang dibawa DF adalah milik tersangka SG karena mereka saling bertukar Handphone.
Kedua tersangka melakukan aborsi di rumah kekasihnya pada Minggu (17/1/2021) malam.
Mereka melakukan aborsi secara sembunyi-sembunyi menggunakan obat penggugur kandungan yang dia beli melalui situs online di dalam kamar kekasihnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved