Breaking News:

Berita Terpopuler

BERITA MADURA TERPOPULER Hadiah Mobil Mewah Sekda Kabupaten Sumenep hingga Jalan Ambles di Pamekasan

Berita Madura terpopuler edisi Kamis 4 Maret 2021 dibuka dengan pemberian mobil mewah merek Innova Venturer untuk Sekda Kabupaten Sumenep.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Personel Kodim Pamekasan saat meninjau jalan raya Desa Tlontoraja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura yang amblas, Rabu (3/3/2021). 

"Prediksi saya, kemungkinan ada rongga di bawah aspal yang sudah amblas ke bawah. Air yang harusnya masuk ke gorong-gorong, justru masuk ke sela jalan lain di sini," ujarnya.

Sedangkan, Camat Pasean, Munafi menyebut bahwa Pemkab Pamekasan telah merencanakan perbaikan jalan raya yang retak tersebut. 

Menurut dia, amblasnya jalan raya tersebut, lantaran kondisinya memang sudah memprihatinkan. 

Sebab beberapa hari ini, saat dirinya melintasi jalan tersebut, kerusakannya masih retak biasa saja.

Namun saat melintas ke esokan harinya, amblasnya jalan tersebut sudah mencapai 70 centimeter.

"Jalan yang rusak itu sudah kami rencanakan untuk ditutup, hanya karena itu jalan utama, untuk sementara dibiarkan. Sebab bila putar arah mencari jalan lain, jaraknya sangat jauh," bebernya.

3. Remaja Nongkrong Dibubarkan Polisi

Satlantas Polres Sampang berkoordinasi dengan Kapolsek Kedungdung untuk membubarkan para remaja yang nongkrong di pinggir jalan.

Hal dilakukan setelah terjadi dugaan kericuhan antara pelaku balap liar dengan warga di Jalan Raya Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura pada (28/2/2021).

Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal tidak membenarkan adanya balap liar di daerah tersebut apalagi terjadi sebuah kericuhan.

Menurutnya, pada saat itu para muda-mudi hanya berkumpul di lokasi.

"Kalau anak-anak kumpul memang ada, di sini kita bisa membedakan antara balap liar dengan muda-mudi kumpul," ujarnya kepada TribunMadura.com, Rabu (3/3/2021).

Hanya saja dirinya menekankan, bahwa berawal dari kumpul di pinggir jalan raya, para remaja tersebut biasa melakukan balap liar atau trek-trekan.

Maka dari itu, pihakanya menyampaikan ke Kapolsek Kedungdung untuk segera membubarkan para remaja yang diketahui kumpul atau nongkrong di pinggir jalan wilayah Kecamatan Kedungdung.

Karena jika tidak, dikhawatirkan mereka cepat beraksi melakukan balap liar.

"Terjadinya balap liar berawal dari ajang nongkrong, kemudian saling bleyer, dan terjadilah balap liar," terang AKP Ayip Rizal.

Ia menambahkan, dalam mengantisipasi balap liar tidak hanya tugas kepolisian, melainkan tugas setiap orang.

Termasuk orangtua yang juga harus kerja ektra untuk memantau kegiatan anak-anak.

Kalau perlu, Kepala Desa juga menyampaikan kepada muda-mudi kalau pandemi Covid-19 hingga saat ini belum juga selesai sehingga dilarang beraktifitas hingga menimbulkan kerumunan.

"Tentunya kita tidak bisa menghendel setiap wilayah di Sampang secara bersamaan, sinergitas perlu ditingkatkan, termasuk kami sudah koordinasi dengan polisi kewilayahan," pungkasnya.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved